Pemerintah Targetkan Reaktivasi Rel KA 100 Km per Tahun

Kompas.com - 02/04/2014, 16:30 WIB
Bangunan terowongan kereta Lampegan yang sudah tidak aktif di Desa Cibokor, Pasir Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013). Jalur kereta api ini diaktivasi untuk jalur Sukabumi-Cianjur KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTOBangunan terowongan kereta Lampegan yang sudah tidak aktif di Desa Cibokor, Pasir Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013). Jalur kereta api ini diaktivasi untuk jalur Sukabumi-Cianjur
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Direktorat Jendral Perkeretapian Kementerian Perhubungan menargetkan dapat mengaktivasi rel mati sepanjang 100 kilometer (km) pada tahun ini.

Untuk tahap awal, aktivasi jalur kereta api tersebut akan difokuskan di Pulau Jawa. "Target ya mungkin kira-kira seratus kilo," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kementerian Perhubungan Hanggoro Budi Wiryawan, di Ombudsman Jakarta, Selasa (2/4/2014).

Menurut Hanggoro, pihaknya juga menargetkan dapat menghidupkan kembali 100 km rel setiap tahunnya. "Per kilometer, kalau kondisi yang terbatas ya kira-kira Rp 10 miliar," ujarnya.

Tahap awal, Kementerian Perhubungan berencana menghidupkan rel mati yang berada di antara Stasiun Kedung Jati hingga Stasiun Ambarawa, Semarang Jawa Tengah. Jarak antara kedua stasiun tersebut mencapai sepanjang 50 km. Dengan estimasi yang diberikan Hanggoro, maka dibutuhkan dana sekitar Rp 500 miliar untuk mengidupkan kembali rel tersebut.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 miliar-Rp 200 miliar untuk proses pengaktifan jalur tersebut.

Berdasarkan hasil indentifikasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, saat ini ada sekitar 2.000 kilometer jalur kereta yang mati. Selain menghidupkan jalur kereta dari Kedung Jati hingga Ambarawa, Hanggoro juga menyebut pihaknya akan menghidupkan jalur kereta yang saat ini mati dari Purwosari Solo hingga Wonogiri.

Untuk tahun depan pihaknya juga menyebut akan mengaktifkan jalur kereta mati yang berada di Padang, Sumatera Barat. "Tahun ini kamu fokuskan di Pulau Jawa. Tahun depan kita mulai di Padang," tutur Hanggoro. (Adinda Ade Mustami)

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X