Kompas.com - 03/04/2014, 18:46 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan bisa mengumpulkan dana sebesar Rp 1,83 triliun dari pungutan industri jasa keuangan. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan lembaga tersebut tahun 2015.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis Bidang Keuangan OJK Harti Haryani mengatakan operasional yang dibiayai dari pungutan terkait dengan pengawasan dan pengaturan industri keuangan.

"Pungutan yang akan diperoleh pada tahun 2014 ini tidak langsung digunakan, melainkan untuk membiayai operasional tahun berikutnya," ujarnya Kamis (3/4/2014).

Harti menjelaskan, dari total pungutan yang akan diperoleh, sektor perbankan menjadi penyumbang terbesar, yakni mencapai 70 persen dari total pungutan. Kemudian disusul oleh emiten dan industri keuangan non bank (IKNB).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto mengatakan OJK akan melakukan recycle terhadap pungutan. Recycle ini maksudnya adalah pungutan tersebut akan dapat dirasakan manfaatnya kembali oleh industri dengan berbagai program kerja pada bidang pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi.

"Ini akan di-recycle menjadi pengaturan sektor jasa keuangan yang lebih baik, pengawasan yang lebih baik, pengembangan sektor jasa keuangan yang lebih baik, dan penegakan hukum yang lebih baik," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X