Kompas.com - 04/04/2014, 10:56 WIB
Otoritas Jasa Keuangan KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENAOtoritas Jasa Keuangan
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengenakan pungutan terhadap industri jasa keuangan mulai tahun 2014 ini. Pungutan tersebut akan digunakan untuk membiayai kegiatan OJK dalam pengawasan dan pengaturan industri keuangan.

Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Rama Pranata Kusumaputra mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan pungutan tersebut karena memang telah diatur dalam undang-undang.

"Pungutan itu sudah diputuskan undang-undang, ya memang kita ikut. Kita sangat mengapresiasi," kata Rama di Menara OCBC NISP, Jumat (4/4/2014).

Rama mengatakan, pihaknya mengetahui bahwa regulator akan mengembalikan pungutan yang telah dibayarkan lembaga jasa keuangan dalam bentuk pengawasan. Perseroan, kata dia, mengapresiasi langkah tersebut.

Adapun mengenai besaran pungutan sebesar 0,03 sampai 0,06 persen dari total aset perseroan diakui Rama pun bukan persoalan. Asalkan, kata dia, dengan pungutan tersebut industri keuangan Indonesia akan menjadi lebih baik.

"Saya rasa besaran itu sudah diperhitungkan oleh pembuat keputusan (OJK). Tidak ada yang berat, asalkan dikembalikan lagi untuk meningkatkan industri keuangan lebih baik lagi," ujar Rama.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X