Indonesia Punya Potensi Besar untuk Industri Keuangan Syariah

Kompas.com - 04/04/2014, 21:29 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
KOMPAS/ALIF ICHWANKepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadikan ekonomi syariah berkembang dengan cepat. Hal itu dikatakan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, pada peluncuran buku "Dua Dekade Ekonomi Syariah, Menuju Kiblat Ekonomi Islam" di Jakarta, Jumat sore (4/4/2014).

Menurut Muliaman, sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, pertumbuhan kelas menengah yang sangat cepat sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara yang berpotensi besar untuk mengembangkan ekonomi syariah.

"Tetapi itu juga bukan pekerjaan mudah untuk mengembangkan ekonomi syariah. Ada masalah sumber daya insani yang tidak siap mengantisipasi pertumbuhan tersebut," ujar Muliaman Hadad.

Perjalanan ekonomi syariah di Indonesia yang sudah lebih dari 20 tahun telah memberikan banyak pelajaran. Apa yang sudah terjadi selama dua dekade ini, lanjut Muliaman, akan menjadi bekal sekaligus landasan untuk menyusun strategi memasuki periode 20 tahun ke depan agar ekonomi syariah menjadi lebih kuat dan besar.

Dia mengungkapkan, tantangan lain yang dihadapi ekonomi syariah adalah kesadaran masyarakat yang sampai sekarang belum merata. Oleh karena itu, saran Muliaman, perlu sosialisasi yang lebih gencar dan dilakukan terus menerus agar kesadaran masyarakat terbangun secara kuat.

"Kita tidak mungkin mengajak masyarakat untuk menerapkan ekonomi syariah tanpa masyarakat tahu apa itu ekonomi syariah," ujar Muliaman.

Total aset perbankan syariah di Indonesia hingga September 2013 sebesar Rp 227,711 triliun. Sedangkan besar labanya Rp 2,895 triliun. Buku setebal 254 halaman yang diterbitkan Pusat Ekonomi Syariah itu, ditulis oleh Anif Punto Utomo, Guntur Subagja, Ismi Kushartanto, dan Iskandar Zulkarnain.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.