Menkeu: Ekonomi Mau Maju, Upah Buruh Harus Dinaikkan

Kompas.com - 07/04/2014, 15:24 WIB
Menteri Keuangan M Chatib Basri Kompas/Priyombodo Menteri Keuangan M Chatib Basri
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Untuk meningkatkan perekonomian, berbagai pihak harus bisa mengubah dua pola pikir, yakni jangan bergantung pada sumber daya alam dan upah buruh yang murah.

"Kita enggak bisa hidup dari SDA dan buruh murah," ujar Menteri Keuangan Chatib Basri, di Hotel Borobudur, Senin (7/4/2014).

Chatib menjelaskan, harus ada penguatan dari sisi pemasukan. Namun, pemasukan tersebut 65 persen jangan diambil hanya sisi sektor ekspor saja. "Indonesia enggak bisa hidup dari 65 persen ekspor komoditas, ini harus diversifikasi," ungkap Chatib.

Jika ingin menambah pemasukan dari ekspor, Chatib meminta para pengusaha tambang membuat pabrik pengolahan mineral (smelter). Dengan begitu, nilai jual ekspor mineral bisa bertambah dan menguntungkan negara.

"Bikin dulu smelter baru bicara bea keluar," ungkap Chatib.

Chatib menambahkan, jika diversifikasi dilakukan, sumber daya manusianya harus diperbaiki. Salah satu caranya pemberian keringanan pajak di sektor pendidikan dan pelatihan.

"Kualitas SDM harus diperbaiki. Apa yang dilakukan kita kasih insentif untuk training, selain itu akan diberi beasiswa," jelas Chatib. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X