KA Malabar Anjlok, Kemenhub Tinjau Ulang Daerah Rawan Bencana

Kompas.com - 07/04/2014, 19:13 WIB
Pemasangan rel putus mulai tersambung di lokasi anjloknya KA Malabar di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (7/4/2014) siang. KOMPAS.com/ IRWAN NUGRAHAPemasangan rel putus mulai tersambung di lokasi anjloknya KA Malabar di Kampung Terung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (7/4/2014) siang.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan Kereta Api Malabar di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Jumat (4/4/2014), membuat Kementerian Perhubungan akan meninjau ulang daerah-daerah rawan bencana.

Peninjauan tersebut dibutuhkan karena adanya perubahan tata ruang di berbagai daerah di Indonesia.

"Kita sebenarnya sudah punya daerah-daerah mana saja yang rawan bencana, namun karena perubahan tata ruang, kami mau lihat dari Dirjen Kereta Api dan KAI, dibantu dengan ahli-ahli geologi untuk pemetaan disana," ujar Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan saat meninjau pembangunan Terminal Kendaraan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Selain peninjauan kembali daerah-daerah rawan bencana, Kemenhub juga akan mengevaluasi beberapa jalur KA di jalur Selatan Jawa. Jalur yang akan dievaluasi meliputi jalur KA Cirebon, Solo, Jogja dan Madiun.

"Yang masih kami kerjakan yaitu dari Cirebon, Solo, Jogja Dan Madiun. Dengan adanya kondisi seperti ini (kecelakaan KA Malabar), kita evaluasi semua. Nanti kita perkuat lagi (relnya)," katanya.

Sebelumnya, KA Malabar tujuan Bandung-Malang mengalami anjlok di Km 244 antara Tasikmalaya dan Ciawi. Akibat peristiwa tersebut, gerbong KA terperosok ke jurang dan menyebabkan tiga penumpang tewas dan dua orang mengalami luka berat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X