Kompas.com - 11/04/2014, 17:27 WIB
ILUSTRASI: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)    KOMPAS/PRIYOMBODOILUSTRASI: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah optimistis proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang bisa dirampungkan, setelah perangkat hukum soal pembebasan lahan berlaku pada tahun 2015.

“Ada rencana B untuk menuntaskan pembebasan lahan tersebut, ini tidak boleh mandeg,” kata Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di kantornya, Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Hatta mengatakan, pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 65 tahun 2006 tentang pengadaan tanah yang masih berlaku. Adapun rancana B yang dia maksud, adalah Undang-undang terkait pembebasan lahan untuk kepentingan umum juga akan berlaku pada 2015 mendatang.

“Perangkat hukum dijalankan agar proyek vital ini berjalan. Kalau tidak, tahun 2017 itu listrik di Jawa sebagai andalan menjamin pasokan, akan terganggu,” tukas Hatta.

Sebagai informasi, dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum disebutkan bahwa pengadaan tanah untuk kepentingan umum diselenggarakan oleh pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, beroperasinya proyek PLTU Batang senilai Rp 35 triliun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah kemungkinan besar molor dari target penyelesaian pada September 2014 mendatang.

Proyek tersebut sudah dimulai sejak Oktober 2012. Namun, kehadiran pembangunan pembangkit listrik tersebut banyak menuai protes dari warga terkait pembebasan lahan dan dampak lingkungannya.

Bagiyo Riawan, Direktur Pengadaan Strategis dan Energi Primer PLN, beberapa waktu lalu mengatakan, perkembangan terakhir pembangkit berkapasitas 2.000 MW itu sudah menemui titik cerah. Saat ini, pembebasan lahan sudah 85 persen dan lokasi pembangunan pembangkit tidak akan dipindah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Mulai Berlaku 1 April 2022, Ini Langkah PLN Jelang Pemberlakuan Pajak Karbon

Whats New
Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Ini Hotline Pengaduan Penjualan Minyak Goreng di Atas Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Endus Aroma Praktik Kartel Minyak Goreng, KPPU: Kompak Naiknya

Whats New
Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Biaya Pembangunan Bengkak, Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000

Whats New
Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Survei BI: Kredit Perbankan Diprediksi Melambat pada Kuartal I-2022

Whats New
Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Mau Mulai Usaha Online? Yuk Simak Cara Jualan di Shopee

Work Smart
Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Ini Alasan Alfamart Batasi Pembelian Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Minggu Ketiga Januari 2022, Harga Gula Pasir Naik

Spend Smart
Kena Serangan 'Ransomware', Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Kena Serangan "Ransomware", Bank Indonesia: Layanan Operasional Tidak Terganggu

Whats New
Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Selain Omicron, Ekonomi RI 2022 Juga Dipengaruhi oleh Kenaikan Tarif Listrik, Elpiji, BBM hingga Cukai Rokok

Whats New
Lewat 'Tender Offer' Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Lewat "Tender Offer" Senilai Rp 10,96 Triliun, Jerry Ng Bakal Jadi Pengendali Tak Langsung BFI Finance

Whats New
Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Lion Air Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Ini Cara Daftarnya

Work Smart
IHSG Menguat di Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Menguat di Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.