Kompas.com - 12/04/2014, 17:39 WIB
Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina. 

KOMPAS/PRIYOMBODOAktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di salah satu SPBU milik Pertamina.
EditorErlangga Djumena

”Kami tak tahu apakah mereka mengisinya menggunakan alat bantu atau apa? Oleh karena itu, butuh payung hukum untuk mengatur siapa yang akan mengawasi pelaksanaannya di lapangan,” kata Sudirman.

Terkait dengan payung hukum ini, MS Hidayat, yang ditemui terpisah, mengatakan, nantinya diharapkan ada batasan jelas mengenai kendaraan yang boleh dan tidak boleh memakai BBM bersubsidi.

Hidayat menuturkan, payung hukum tersebut akan dirancang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau Menteri Dalam Negeri. ”Kami juga segera menetapkan peraturan teknis, yakni menyangkut pembuatan lubang masukan untuk nozel (mulut selang) berukuran khas dan stiker. Sekarang ini baru untuk mobil hemat saja,” kata Hidayat.

Hidayat menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan bertemu Direktur Utama Pertamina terkait dengan penyiapan pengaturan ukuran mulut selang di stasiun pengisian BBM.

Ditanya apakah nantinya pemerintah juga akan mengatur ukuran lubang masukan untuk kendaraan selain mobil hemat, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin Budi Darmadi mengatakan, hal itu bergantung pada payung hukum yang dibuat.

”Kalau nanti ada payung hukum yang membatasi pemakaian BBM bersubsidi untuk kendaraan pribadi, peraturan teknis Kemenperin akan mengikutinya,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo menyatakan, sejauh ini belum ada dasar hukum pelarangan pemakaian BBM bersubsidi bagi mobil murah hemat energi.

Keberadaan mobil murah itu berpotensi menambah konsumsi BBM bersubsidi. Misalnya, jika estimasi konsumsi BBM 1.000 liter per tahun atau 80 liter per bulan dan jumlah mobil murah 100.000 per unit, tambahan konsumsi BBM bersubsidi sekitar 100.000 kiloliter. (CAS/EVY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.