Soal Impor Gula, Pemerintah Berencana Temui Asosiasi

Kompas.com - 12/04/2014, 20:38 WIB
Ilustrasi gula KOMPAS/A HANDOKOIlustrasi gula
|
EditorErlangga Djumena

BOGOR, KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memberikan izin impor gula kristal putih (GKP) kepada perum Bulog sebanyak 350.000 ton untuk iron stock atau cadangan di gudang agar stabilitas harga gula dalam negeri dapat terjaga.

Menteri Perdagangan M Lutfi menyadari akan muncul banyak pertanyaan dari para petani gula dan asosiasi. Namun, ia menyatakan, pemerintah tidak ingin Indonesia kekurangan gula, makanya perlu ada cadangan dari impor.

“Kenapa dikeluarkan GKP ini purely timing. Kita mau pisahin buffer stock dengan gula untuk kebutuhan lain (industri),” ujarnya, di Bogor, Sabtu (11/4/2014).

Atas dasar itulah, pemerintah memutuskan untuk memberikan izin GKP di samping raw sugar yang biasanya diberikan untuk kebutuhan industri.

Untuk menjelaskan keinginan pemerintah tersebut, Lutfi mengatakan pihak Kementerian Perdagangan akan bertemu dengan asosiasi dan petani gula. “Saya mau ketemu asosiasi dulu,” tukasnya.

Sebagai informasi, izin impor GKP oleh Bulog sebanyak 350.000 ton merupakan hasil rapat koordinasi pangan dengan Menko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Desember 2013 lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X