Nasabah Bangkrut, Bank Tetap Boleh Tagih Utang Kartu Kredit

Kompas.com - 14/04/2014, 09:51 WIB
SHUTTERSTOCK
EditorErlangga Djumena


MAKASSAR, KOMPAS.com -
Bank Indonesia (BI) menegaskan, tidak membentuk pengaturan khusus tentang perlindungan bagi nasabah kartu kredit yang sedang mengalami kredit macet akibat sakit keras, kena pemutusan hubungan kerja (PHK), ataupun mengalami kebangkrutan.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Rosmaya Hadi, mengatakan, utang adalah kewajiban nasabah yang harus dipenuhi oleh debitur.

"Secara ketentuan, kami belum ada kemudahan bagi nasabah kartu kredit yang sedang bangkrut atau sakit keras," katanya, Sabtu (12/4/2014).

Namun, kondisi tersebut memiliki jalan tengah, misalnya ada perjanjian khusus antara nasabah dengan bank, seperti melakukan negosiasi untuk mencicil sisa utang atau bunga tidak dibungakan kembali, sehingga bank tidak rugikan karena mereka telah memberikan pinjaman kepada nasabah.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kementrian Perdagangan, Ganef Judawati, menyampaikan, pada pengaduan konsumen tentang kartu kredit, seringkali ada pertanyaan dan permintaan untuk kemudahan pembayaran bagi nasabah kartu kredit yang sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka telat membayar utang. (Nina Dwiantika)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X