Kompas.com - 14/04/2014, 14:51 WIB
Wakil Menteri ESDM  Susilo Siswoutomo ESTU SURYOWATIWakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pemerintah untuk mengendalikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan melarang mobil mewah mengkonsumi BBM PSO masih sebatas wacana.

Ditemui di APKASI International Trade and Investment Summit (AITIS) 2014, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (14/4/2014), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo membantah kabar yang menyebut pemerintah bakal melarang mobil mewah menenggak premium.  “Begini, larangan soal itu kan enggak ada,” tegas Susilo.

“Ini masalah hati. Kalau mobil mewah beli BBM subsidi itu kan kayak orang kaya merasa miskin. Meskipun dilarang, kalau hatinya masih melanggar, ya percuma saja,” katanya.

Konsumsi BBM bersubsidi memang dikhawatirkan membengkak dari sisi nilai, disebabkan depresiasi rupiah yang jauh dari pagu APBN.

Ditanya bagaimana mengendalikan konsumsi BBM subsidi, Susilo mewakili pemerintah pusat justru menyerahkan permasalahan tersebut ke Pemda.

“Pertama, kita harus cepat-cepat minta Pemda untuk batesin BBM subsidi. Kedua, kita secepatnya melakukan cashless transction. Kita berusaha mengendalikan yang 48 juta kiloliter itu,” tukasnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X