Alasan Defisit, Kementan Akan Dorong Impor Kakao

Kompas.com - 14/04/2014, 17:40 WIB
Pekerja mengemas biji kakao di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/6/2012). KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPPekerja mengemas biji kakao di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (11/6/2012).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pertanian Suswono mengklaim Indonesia mengalami defisit produksi kakao, setelah bertumbuhnya industri pengolahan. Oleh karena itu, impor kakao sebagai bahan baku harus dipermudah.

“Produksi 500.000 hingga 600.000 ton per tahun, industri kebutuhannya sekitar 700.000 ton. Artinya, importasi kakao untuk menutup kapasitas produksi yang ada, sepanjang itu saja,” ujar Suswono ditemui di International Trade and Investment Summit 2014 yang diselenggarakan APKASI, di Jakarta, Senin (14//4/2014).

Suswono menjelaskan, rencana pemerintah untuk menghapus bea masuk importasi kakao adalah demi mencukupi kebutuhan industri kakao. “Kami dulu perjuangkan bea keluar supaya bijih-bijih kakao tidak diekspor mentah. Dampaknya bagus, yaitu muncul industri pengolahan. Dengan ini ternyata produksi dalam negeri belum mencukupi,” terang politisi PKS itu.

Ditanya mengapa tidak meningkatkan produksi namun malah melonggarkan impor, Suswono memastikan kebijakan ini hanya bersifat sementara waktu. Manakala produksi kakao nasional mencukupi kebutuhan industri, maka bea masuk sebesar 5 persen kembali bisa diterapkan.

Dia optimistis, dalam dua tahun ke depan akan ada peningkatan produksi kakao dari program Gerakan Nasional (Gernas) kakao. “Kalau produksi meningkat, tentu saja tidak ada alasan industri perlu tambahan dari luar atau impor,” kata dia.

Usulan penghapusan bea masuk kakao ini berasal dari Kementerian Perdagangan. Guna menjamin petani kakao tidak mengalih fungsikan lahannya pada komoditas lain, pemerintah hanya akan memberikan izin impor pada importir produsen.

Di sisi lain, agar harga di tingkat petani tidak jatuh lantaran importasi kakao, pemerintah juga akan menetapkan harga kakao di tingkat petani.

“Saya sudah katakan ke Mendag (M Lutfi), sepanjang ada jaminan harga di tingkat petani, petani tidak perlu khawatir. Kalau terjadi penekanan harga di tingkat petani, kita akan berlakukan kembali bea masuk,” pungkas Suswono.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.