BI: Pertumbuhan Kredit Perbankan Kuartal I-2014 Melambat

Kompas.com - 14/04/2014, 17:56 WIB
Gedung Bank Indonesia KOMPAS/WISNU WIDIANTOROGedung Bank Indonesia
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melalui Survei Perbankan kuartal I 2014 memprediksi pertumbuhan kredit baru perbankan berada dalam tren melambat. Ini terlihat dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) kuartal I-2014 mencapai 21,7 persen, lebih rendah dari 88,5 persen pada kuartal IV-2013.

"Survei menunjukkan perlambatan tersebut bersumber dari melambatnya seluruh jenis penggunaan kredit, terutama kredit konsumsi. Penurunan kredit baru tersebut sejalan dengan proses moderasi perekonomian ke arah yang lebih sehat dan seimbang," tulis BI dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (14/4/2014).

Pada kuartal II-2014, responden survei memperkirakan terdapat penguatan pertumbuhan kredit baru yang diiringi dengan kenaikan suku bunga kredit. Suku bunga kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi pada kuartal II 2014 diperkirakan mengalami kenaikan masing-masing menjadi 13,53 persen, 13,04 persen, dan 14,82 persen.

Adapun pertumbuhan kredit pada tahun 2014 diperkirakan melambat menjadi 18 persen secara year on year (yoy), lebih rendah dari perkiraan survei sebelumnya, yakni 19,1 persen (yoy).

Perkiraan tersebut semakin mendekati target pertumbuhan kredit 2014 yang dipatok BI sebesar 15 persen hingga 17 persen. "Dalam pandangan responden, kenaikan suku bunga kredit dan meningkatnya tekanan NPL (rasio kredit macet) menjadi pertimbangan utama melambatnya pertumbuhan kredit," tulis BI.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X