Kompas.com - 22/04/2014, 14:15 WIB
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja TRIBUNNEWS/HERUDIN Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menegaskan tidak terlibat kasus permohonan keberatan pajak yang membuat mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Poernomo ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BCA menyatakan telah menjalankan prosedur perpajakan dengan benar. "Berkenaan dengan pemberitaan di beberapa media, BCA menyampaikan informasi mengenai perpajakan BCA tahun 1999. Kami telah memenuhi kewajiban dan menjalankan haknya melalui prosedur yang benar sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku," kata Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/4/2014).

Terkait pemberitaan yang merebak di media, Inge mengatakan, perseroan tidak melanggar undang-undang maupun peraturan perpajakan yang berlaku.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pihaknya telah memenuhi kewajiban dan menjalankan haknya melalui prosedur dan tata cara pajak yang benar sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. BCA tidak melanggar undang-undang maupun aturan pajak.

Menurut Jahja, terdapat perbedaan pendapat antara BCA dan Ditjen Pajak. Angka yang dipermasalahkan adalah rasio kredit bermasalah alias non-performing loan perseroan senilai Rp 5,7 triliun.

"Itu adalah jumlah piutang macet, piutang yang direstrukturisasi, dan nilai jaminan yang kita berikan ke BPPN," ujar Jahja.

Seperti diberitakan, Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Hadi dijerat dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak 2002-2004. Ketika itu, BCA mengajukan keberatan pajak atas non-performing loan yang nilainya Rp 5,7 triliun.

Hadi diduga menyalahi prosedur dengan menerima surat permohonan keberatan pajak BCA tersebut. Atas perbuatan ini, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp 375 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X