Boediono Berharap Pemerintah Mendatang Bangun Jalur Ganda Selatan

Kompas.com - 25/04/2014, 09:32 WIB
Ratusan pekerja dikerahkan untuk menggeser rel jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3). Pengalihan jalur ini sekaligus menandai dioperasikannya jalur ganda Bojonegoro-Semarang Tawang sepanjang 208 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya yang ditargetkan beroperasi April 2014. KOMPAS/IWAN SETIYAWANRatusan pekerja dikerahkan untuk menggeser rel jalur tunggal untuk dialihkan ke jalur ganda di ruas antara Cepu, Jawa Tengah, dan Tobo, Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (26/3). Pengalihan jalur ini sekaligus menandai dioperasikannya jalur ganda Bojonegoro-Semarang Tawang sepanjang 208 kilometer. Jalur ini merupakan bagian dari proyek jalur ganda Jakarta-Surabaya yang ditargetkan beroperasi April 2014.
EditorErlangga Djumena

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Wakil Presiden Boediono berharap, pemerintahan mendatang bersedia membangun jalur ganda kereta api selatan untuk bisa menekan kepadatan arus lalu lintas jalan dan mengurangi kecelakaan.

"Manfaatnya banyak jika jalur ganda selatan dibangun, mengingat Jawa adalah pusat logistik," kata Boediono saat meninjau pembangunan jalur ganda kereta api di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (25/4/2014).

Menurut Wapres, jika pembangunan jalur ganda selatan bisa dilakukan, maka akan mampu mengurangi beban penggunaan BBM pada kendaraan bermotor.

Pemerintah sekarang, katanya, sudah bisa menyelesaikan pembangunan jalur ganda utara yang menghubungkan Jakarta menuju Surabaya.

"Memang masih ada beberapa lokasi yang belum bisa diselesaikan, tetapi akan diupayakan selesai secepat mungkin," kata Wapres.

Pergerakan transportasi Jawa masih didominasi oleh transportasi jalan sebesar 80 persen, dan jalur kereta api perlu diperkuat untuk menyeimbangkan beban transportasi.

Jalur ganda Jawa sepanjang 727 kilometer akan menghubungkan Jakarta dan Surabaya. Keberadaan jalur ganda akan dapat meningkatkan frekuensi dan kapasitas kereta api sebesar 200 hingga 300 persen.

Boediono berkesempatan naik kereta api dari Semarang menuju Bojonegoro, sejauh 180 kilometer, saat meninjau pembangunan jalur ganda utara. Setelah bermalam di Bojonegoro, Wapres kembali melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api ke Surabaya sejauh 103 kilometer.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X