Kompas.com - 28/04/2014, 06:37 WIB
Pekerja membersihkan papan harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-15319 di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja membersihkan papan harga bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 34-15319 di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (20/3/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Subsidi untuk bahan bakar minyak disarankan dicabut dan harga BBM dilepas mengikuti harga pasar. Hanya dengan langkah ini yang dinilai akan "memaksa" masyarakat untuk berhemat BBM. Apa alasannya?

"Problem kita bukan hanya soal harga BBM saja, tapi juga ketersediaan BBM yang terbatas," kata Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningstyas kepada Kompas.com, pekan lalu.

"Dengan dilepas ke harga pasar, maka masyarakat akan jadi menghemat. Subsidi BBM diperlukan hanya untuk angkutan umum dan nelayan," imbuh Ketua Departemen Pendidikan dan Pembudayaan Nilai-nilai Kejuangan 45 Dewan Harian Nasional (DHN) 45 itu.

Darmaningtyas menambahkan, saat ini lifting alias tingkat produksi minyak mentah Indonesia tidak sampai 900.000 barrel per hari (bph). Tepatya, sebut dia, hanya di kisaran 800.000-an bph.

Artinya, kata Darmaningtyas, cadangan minyak Indonesia makin tipis. "Kalau tidak kita hemat, maka generasi mendatang yang kasihan tidak kebagian lagi," tutur dia.

Daripada ratusan triliun rupiah per tahun habis terbakar untuk bahan bakar kendaraan, dia berpendapat dana itu lebih baik dipakai untuk membangun infrastruktur pertanian, listrik, serta tranportasi laut, kereta, dan jalan.

Dana yang selama ini dialokasikan untuk subsidi BBM tersebut, imbuh dia, bisa juga dipakai untuk membangun pendidikan dan layanan kesehatan gratis. Bila subsidi BBM dicabut...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.