Industri Kelapa Sawit Siap Terapkan ISPO

Kompas.com - 06/05/2014, 13:21 WIB
KOMPAS/PRIYOMBODO Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dipamerkan di salah satu stan peserta International Conference and Exhibition on Palm Oil 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pelaku usaha perkebunan siap mengimplementasikan Sustainable Palm Oil (ISPO) guna menciptakan industri crude palm oil (CPO) yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Tahun ini adalah deadline bagi perusahaan CPO untuk mematuhi regulasi tersebut," kata dia Demikian disampaikan Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk., Joko Supriyono dalam diskusi panel Forest Asia Summit 2014, di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Sebagai salah satu produsen CPO terbesar di Indonesia, Joko menyatakan Astra Agro Lestari mendukung program ISPO yang digulirkan pemerintah. Dia mengatakan, sudah umum diketahui oleh masyarakat luas, isu yang berkembang di industri CPO yaitu menimbulkan penggundulan hutan (deforestation).

Catatan Kompas.com, isu ini sempat menjadi senjata negara-negara Uni Eropa, yang merasa tersaingi dengan keberadaan CPO Indonesia yang dinilai lebih efisien. Di sisi lain, perusahaan CPO di Indonesia memerlukan ekspansi lahan perkebunan, sementara, di Indonesia ada pembagian lahan yang bisa ditanami tanaman perkebunan, dan lahan untuk perlindungan (konservasi), serta kebijakan moratorium.

"Itulah kenapa ISPO ini penting sebagai payung hukum industri CPO. Karena kita menghadapi dua perhatian utama, keterbatasan lahan, dan kebutuhan untuk pengembangan," pungkas Sekjen Gapki itu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBambang Priyo Jatmiko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X