Kemenhub Gandeng Interpol Awasi Pekerja Bandara

Kompas.com - 08/05/2014, 15:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem keamanan penerbangan nasional yang belum memadai membuat Kementerian Perhubungan akan menerapkan pengetatan terhadap semua komponen yang berkaitan dengan sistem keamanan penerbangan nasional.

Menurut Yusfandri Gona, Direktur Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan, salah satu yang harus diperbaiki dalam sistem keamanan penerbangan nasional adalah mengenai sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam sistem keamanan penerbangan.

Menurutnya, Kemenhub akan gunakan sistem background check personal dan akan melibatkan Interpol dalam sistem penerimaan pekerja bandara.

"Untuk sistem keamanan pernerbangan nasional, untuk pekerja baru akan dilakukan background check, bahkan akan juga melibatkan Interpol untuk mengechek personal pekerja," ujar Yusfandri Kamis (8/5/2014).

Menurut Yusfandri, sistem seperti itu bukanlah hal yang baru. Beberapa negara sudah menerapkan sistem background check bagi para pekerja yang terlibat langsung dalam sistem keamanan penerbangan.

"Setelah itu barulah dikeluarkan id card pekerja. Ini bukan hal baru, di Singapura, di Hongkong sudah dilakukan sistem seperti ini," katanya.

Dengan penerapan sistem tersebut, Kementerian Perhubungan berharap nantinya arus orang dan arus barang yang terjadi di Bandara akan terkontrol selama 24 jam. "Nantinya, data orang dan barang akan di monitoring selama 24 jam," tandas Yusfandri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X