Kompas.com - 08/05/2014, 19:16 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pelaku pasar modal menyatakan kekecewaannya terkait penundaan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo menilai penundaan rencana akuisisi Bank BTN ini juga berdampak buruk bagi prospek bank BTN kedepan. Risiko likuiditas dan kredit BTN semakin memburuk, dan ini tidak positif bagi investor saham.

Banyak investor yang melepas sahamnya di pasar, sehingga harga saham BTN kembali jatuh ke level Rp 1.090 per saham. Padahal ketika Meneg BUMN Dahlan Iskan mengumumkan rencana konsolidasi Bank Mandiri-BTN, saham BTN sempat melesat ke level Rp 1.525 per saham (17/4). Artinya sebulan terakhir saham BTN terpuruk hingga 40 persen.

"Problem yang dihadapi BTN seharusnya dapat diselesaikan jika mereka melakukan konsolidasi dengan Mandiri. Tetapi akibat rencana ini ditunda, kondisi BTN menjadi tidak pasti. Ini yang perlu disayangkan, mengingat rencana meneg BUMN itu sangat positif," ujar Satrio dalam keterangan resminya, Kamis (8/5/2014).

Sementara itu, pengamat pasar modal Edwin Sinaga menambahkan, inefisiensi menjadi salah satu problem yang dihadapi oleh BTN. Menurut dia, sistem kerja di BTN tidak mampu mengkapitalisasi aset karyawan untuk meraih keuntungan secara maksimal.

"Kondisi ini menunjukkan BTN tidak akan mampu memperbesar pembiayaan jika tak dilakukan penambahan modal. Melalui sinergi dengan Bank Mandiri seharusnya BTN bisa lebih besar dan sehat untuk membiayai sektor perumahan yang menjadi fokus bisnisnya," ujar Edwin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.