Kemenkeu Tak Mau Pusing Soal Pemangkasan Bea Masuk Kakao

Kompas.com - 09/05/2014, 20:50 WIB
Pekerja mengemas biji kakao di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPPekerja mengemas biji kakao di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana Kementerian Pertanian membebaskan bea masuk kakao menjadi 0 persen di tengah isu defisitnya produksi nasional, kemungkinan hanya berakhir sebagai wacana.

“Belum ada surat gimana mau maju? Suratnya aja enggak ada, usulannya enggak ada, masa kami  yang sibuk,” kata Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro, di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (9/5/2014).

Pernyataan Bambang ini menunjukkan belum ada perkembangan dari diskusi yang berulang kali, dikatakan Menteri Perdagangan, M Lutfi terus-menerus dilakukan bersama Menteri Perindustrian, MS Hidayat, serta Menteri Pertanian, Suswono.

Sebelumnya, pemerintah berencana melonggarkan importasi bijih kakao. Pemerintah mengklaim, pelonggaran ini penting lantaran defisit produksi nasional kakao, sementara kebutuhan industri hilir terus berkembang.

Hingga saat ini, wacana tersebut masih dikaji oleh kementerian terkait, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X