Kasus Pembobolan Kartu ATM Jadi "Alarm" Bagi Sistem Keuangan Nasional

Kompas.com - 13/05/2014, 14:03 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Belakangan kasus pembobolan maupun peretasan kartu ATM nasabah marak terjadi. Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengungkapkan kejadian tersebut menjadi alarm bagi sistem keuangan nasional, dan tak hanya sebatas perbankan.

"Yang pertama, ini terkait kepercayaan nasabah. Namun bank menganggap nasabahlah yang teledor," kata Lana ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (13/5/2014).

Menurut Lana, kasus pembobolan kartu ATM ini mengindikasikan teknologi bank masih lemah dan rentan akan pembobolan dan peretasan. Kasus semacam ini, lanjutnya, tidak bisa hanya dilihat satu bank saja, namun harus diihat secara keseluruhan perbankan.

Untuk itu, regulator perbankan harus melakukan penguatan sistem bank secara keseluruhan guna menjaga keamanan data termasuk alat transaksi dari risiko pembobolan.

"Ini alarm penting bagi sistem keuangan kita, karena sistem keuangan menjadi ketahanan negara. Kalau ada yang usil bisa menerobos, sistem keuangan kita mudah saja dibuat tidak stabil," jelas Lana.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator, ujar dia, harus dapat membuat agar sistem keamanan bagi industri keuangan tidak mudah dibobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. "Kalau kerentanan sistem informasi bank gampang ditembus, ya sistem keuangan kita susah," ucapnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X