Kompas.com - 14/05/2014, 07:38 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com- Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange turun tipis pada Selasa (13/5/2014) waktu setempat (Rabu pagi WIB), karena data baru memaksa para investor untuk fokus pada proyeksi ekonomi jangka panjang dari Amerika Serikat, Tiongkok dan Eropa.

Kontrak emas yang paling aktif untuk Juni turun satu dollar AS, atau 0,08 persen, menjadi menetap di 1.294,8 dollar AS per ounce.

Dollar meningkat setelah bank sentral Jerman menunjukkan kesediaannya untuk mendukung langkah-langkah stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB) pada Juni.

Ini akan termasuk tingkat suku bunga negatif pada deposito dan paket pinjaman bank. Jerman juga mengatakan, pihaknya bisa juga dibutuhkan untuk menjaga inflasi dari tinggal terlalu rendah.

Berita ini buruk bagi euro, berarti kabar baik untuk greenback. Analis mengatakan, itu pada gilirannya menurunkan permintaan emas sebagai aset "safe haven".

Sebuah laporan oleh Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan ritel naik hanya 0,1 persen pada April dan penjualan ritel daring (online) turun 0,9 persen, melemparkan emas sebuah tali penyelamat dan mencegah dari kemerosotan lebih jauh.

Biro Statistik Nasional Tiongkok yang merilis laporan pada Selasa, mengatakan produksi industri di negara itu melambat menjadi 8,7 persen pada April, dibandingkan dengan 8,8 persen pada Maret. Laporan yang sama mengatakan pertumbuhan ritel di negara itu menyusut menjadi 11,9 persen dari 12,2 persen bulan sebelumnya.

Sementara perak untuk pengiriman Juli naik 0,4 persen, atau 0,02 persen, menjadi ditutup pada 19,547 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli, naik 14,1 dolar atau 0,98 persen, menjadi berakhir di 1.456,0 dollar AS per ounce.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Anggarkan Capex Rp 247 Miliar, DRMA Bidik Pertumbuhan Double Digit pada 2022

Rilis
Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Janji Pemerintah Jokowi Bangun Ibu Kota Baru: Hindari Utang dan Tidak Bebani APBN

Whats New
Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Bawang Putih dan Cabai Rawit Merah Naik, Berikut Harga Pangan Jakarta Hari Ini

Whats New
Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Smelter Timbal ZINC Mulai Uji Coba Produksi

Rilis
NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

NETV Resmi Melantai di BEI, Bakal Kembangkan Pemanfaatan Metaverse

Whats New
Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Bangun IKN Baru Berpotensi Bikin Utang RI Bengkak, Baiknya Ditunda atau Jalan Terus?

Whats New
Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Laba Bersih BNI 2021 Naik 3 Kali Lipat Jadi Rp 10,89 Triliun

Whats New
Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Basuki Minta Rp 46 Triliun ke Sri Mulyani untuk Bangun Ibu Kota Baru

Whats New
Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Afiliator Binary Option Ilegal, Transaksinya Dilarang

Whats New
Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Sering Dianggap Mata Uang Islam, dari Mana Asal Dinar dan Dirham?

Whats New
Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Intip Besarnya Tambahan Penghasilan Kepala Dinas di DKI Jakarta

Whats New
Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus  Rp 6,03 Triliun

Sudah 7.416 Wajib Pajak Ikut Tax Amnesty Jilid II, Pelaporan Harta Tembus Rp 6,03 Triliun

Whats New
Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Sinar Mas Mining Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Sebelum Tukar Dollar AS, Cek Kurs Rupiah di BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.