Kompas.com - 19/05/2014, 13:57 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Penerapan wajibnya standar nasional Indonesia (SNI) untuk mainan anak, membuat bingung para pengusaha industri kecil dan menengah (IKM). Kebingungan yang dialami pengusaha mainan anak disebabkan karena rumitnya proses sertifikasi tersebut.

"Kita pusing juga melihat apa yang di jelaskan untuk memenuhi SNI itu," ujar Susanti, pengusaha kecil produk boneka yang hadir dalam acara workshop Menyiapkan IKM menhadapi ketentuan SNI mainan anak di Jakarta, Senin (19/5/2014).

Hal serupa juga dirasakan oleh Ahmad Siyatna, pengusaha mainan anak asal Bandung, Selain bingung karena kebijakan sertifikasi ini, dia juga mempertanyakan mengapa sertifikasi tersebut hanya berlaku selama enam bulan. Pengusaha asal Bandung ini menilai hal tersebut justru mempersulit produsen mainan anak.

"Ini kenapa cuma enam bulan, bisa lebih 6 bulan gak? Kenapa kalau bisa dipermudah kok dipersulit," katanya.

Sementara itu, Ari, pengusaha mainan anak lainnya, menilai sosialisasi dari Pemerintah tidak maksimal.  Hal tersebut membuat para pengusaha bingung dengan sertifikasi SNI yang dilaksanakan oleh Pemerintah.

"Pengusaha IKM mainan anak tidak mengetahui bahan-bahan apa saja yang membahayakan bagi manusia. Hal ini diakabatkan tidak adanya sosialisasi kepada para pengusaha IKM mainan anak," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X