Pasangan Jokowi-JK yang Diharapkan Investor

Kompas.com - 19/05/2014, 14:04 WIB
Capres-Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla usai deklarasi, Senin (19/5/2014) Capres-Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla usai deklarasi, Senin (19/5/2014)
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla yang dipasangkan menjadi calon presiden dan wakil presiden Indonesia, dinilai dapat membawa angin positif ke pasar modal.

Head of Operation and Business Development Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan, adanya kabar Jokowi yang dipasangkan dengan Jusuf Kalla memberikan kepastian kepada investor dan merupakan pasangan yang diharapkan.

"Saya melihat pasangan (Jokowi-JK) bagus dan ini yang diharapkan," kata Rudiyanto saat di temui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (19/5/2014).

Sejak awal para investor sudah menyukai Jokowi dan berharap pada pemilihan legislatif partai PDI-P menang secara mutlak atau di atas 20 persen. Akan tetapi, hasilnya tidak sampai 20 persen sehingga investor sedikit kecewa.

"Pasti ada efeknya, tapi politik efeknya tidak bersifat permanen. Kenaikannya tidak lama, kalau yang lama itu sentimen dari fundamental emiten," tutur dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kenaikan IHSG pada awal perdagangan hari ini tidak bisa dimungkiri dari efek pasangan Jokowi dan JK. "Ya pasar merespon positif," ujar dia.

Tercatat pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 1,07 persen ke level 5.085 dan diperkirakan Rudiyanto masih dapat mengalami kenaikan. (Hendra Gunawan)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X