APBN Terbebani Subsidi, Janji Jokowi dan Prabowo Susah Terealisasi

Kompas.com - 21/05/2014, 14:48 WIB
Ilustrasi: Antrean masyarakat membeli BBM bersubsidi di SPBU Fabian Januarius KuwadoIlustrasi: Antrean masyarakat membeli BBM bersubsidi di SPBU
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Didik J Rachbini mengatakan janji-janji calon presiden saat ini, Jokowi dan Prabowo, tidak akan bisa terealisasi karena APBN saat ini sangat terbebani subsidi dan defisit perdagangan.

"Janji-janji Jokowi juga Prabowo tidak akan terealisasi dengan APBN saat ini," ujar Didik saat menjadi pembicara dalam diskusi Prediksi Arah Perekonomian Indonesia Pasca Pemilu di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Didik menjelaskan, APBN yang sangat terbebani oleh subsidi BBM membuat pemerintahan mendatang menanggung beban yang berat. Selain itu, defisit perdagangan saat ini juga mempengaruhi kekuatan APBN.

Namun, tambah Didik, Presiden baru bukan tidak ada peluang merealisasikan janji-janjinya. Jika Presiden dan Wakil Presiden baru nanti mampu berkompromi dengan pasar, maka janji-janji selama kampanye bisa direalisasikan.

Penting untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada bulan Januari 2014 mencatat defisit sebesar 0,43 miliar dollar AS. Deputi Statistik Produksi BPS Adi Lumaksono mengatakan defisit nilai perdagangan disebabkan defisit sektor migas yang besar yaitu 1,06 miliar dollar AS.

Sementara ituterkait dengan subsidi BBM, dalam RAPBN-Perubahan 2014 telah menetapkan pagu belanja subsidi BBM sebesar Rp285 triliun atau naik Rp74,3 triliun dari pagu yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp210,7 triliun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X