Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Garap Proyek Kereta Api, Perusahaan Jepang Sogok Pejabat Indonesia

Kompas.com - 23/05/2014, 15:25 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

TOKYO, KOMPAS.com - Eksekutif perusahaan Japan Transportation Consultants Inc (JTC), menyogok sejumlah uang kepada pejabat dan eksekutif perusahaan di Indonesia, Vietnam dan Uzbekiztan.

Jumlah uang sogokan yang mereka gelontorkan selama lima tahun terakhir (27 November 2009 sampai dengan 17 Januari 2014), mencapai sebesar 72,2 juta yen atau setara Rp 8,1 miliar. Khusus untuk menyogok pejabat Indonesia sendiri, perusahaan tersebut menggelontorkan dana hingga 26,7 juta yen atau setara Rp 3,1 miliar.

Skandal tersebut, terungkap dalam laporan lengkap tim penyelidik internal JTC yang dipublikasikan kepada masyarakat per 25 April 2014.

"Eksekutif JTC tengah diselediki pihak kejaksaan, polisi, serta aparat perpajakan. Setelah diperiksa polisi, mereka akan ditahan Juli 2014," ungkap sumber Tribunnews.com di Tokyo, Kamis (15/5/2014).

Namun, sumber tersebut enggan memerinci nama-nama eksekutif  JTC, pejabat, serta pihak swasta di Indonesia, Vietnam, dan Uzbekiztan yang menerima uang sogokan tersebut.

"Setelah selesai penyelidikan polisi, barulah kita bisa bicara agak leluasa," terang sumber tersebut sembari meminta maaf.

Sementara dalam laporan internal JTC, pejabat dan pihak swasta di Indonesia yang menerima suap berinisial P, L, N, C, R, T, D, Y  dan K.

Tim Peneliti internal JTC yang dipimpin pengacara Tadashi Kunihiro dengan dua anggotanya, Akira Takeuchi dan Kengo Nishigaki, juga mencatat sejumlah komunikasi antara eksekutif JTC dengan pihak Indonesia melalui surat elektronik.

Dalam laporan itu, disebutkan JTC menjadi eksekutor proyek pemerintah Jepang melalui Overseas Development Assistant (ODA) yang dikontrol  JICA (Japan International Cooperation Agency) di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, JTC menyuap sejumlah pejabat dan pihak swasta di Indonesia agar memudahkan pelaksanaan program tersebut.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+