Menko Perekonomian: Subsidi Kepada Barang Pasti Tidak Efektif

Kompas.com - 28/05/2014, 07:21 WIB
Chairul Tanjung KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIChairul Tanjung
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan, subsidi apapun dalam bentuk barang dapat dipastikan tidak efektif dan banyak terjadi penyimpangan. Hal ini mengacu kepada subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah.

"Saya dari dulu saat jadi ketua KEN (Komite Ekonomi Nasional) sudah menyampaikan subsidi harusnya diberikan kepada orang, bukan barang. Karena kalau kepada barang pasti diterimanya banyak oleh orang yang tidak berhak menerima subsidi," kata CT saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Senin (26/5/2014).

CT mencontohkan, subsidi BBM seharusnya diberikan kepada masyarakat tidak mampu. Akan tetapi, pada kenyataannya lebih dari 50 persen subsidi BBM digunakan oleh pengguna mobil, yang jauh dari kategori tak mampu. "Jadi tidak tepat. Jadi semua subsidi, apapun, ke barang pasti ada penyimpangannya," tegas CT.

Lebih lanjut, CT mengungkapkan saat ini pihaknya membuka seluruh opsi terkait pengurangan subsidi BBM. Namun yang jadi ganjalan adalah waktu pelaksanaan. Sebab, opsi pengurangan subsidi BBM diakuinya membutuhkan waktu yang relatif panjang.

"Pengurangan subsidi dari mulai wacananya digelontorkan sampai dengan pengurangannya itu butuh waktu lebih dari setengah tahun. Saya buka aja, semua opsi saya buka. Saya sampaikan ke menteri-menteri bidang perekonomian, semua opsi pengurangan subsidi kita buka. Cuma kapan bisa pelaksanaannya, itu subyek pembahasan di APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan)," papar CT.

Seperti diberitakan, pemerintah dalam RAPBN-Perubahan 2014 telah menetapkan pagu belanja subsidi BBM sebesar Rp 285 triliun atau naik Rp 74,3 triliun dari pagu yang ditetapkan dalam APBN sebesar Rp 210,7 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

IHSG Sepekan Turun 0,52 Persen, Kapitalisasi Jadi Rp 7.233 triliun

Whats New
Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Bamsoet: Akidi Tio Penyumbang Terbanyak di Dunia Setelah Bill Gates

Whats New
Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Kembangkan Kawasan Bandara Yogyakarta, Angkasa Pura Properti Cari Investor Strategis

Rilis
Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Stimulus Listrik di Babel Sudah Habiskan Anggaran Rp 31 Miliar

Whats New
Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Permintaan Dunia Naik, Harga Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif

Rilis
Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Aset Kripto Kompak Melesat, Harga Bitcoin Kembali ke Rp 600 Juta

Whats New
Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Daftar Pekerja yang Mendapat Prioritas Menerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta

Whats New
Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Sederet Fakta Dibalik Polemik Anggaran Laptop Pelajar Kemendikbud

Whats New
Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Sri Mulyani Bebaskan Pajak Kapal Pesiar dan Yacht Khusus untuk Wisata

Whats New
Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Efek Sepi Penumpang, 35 Persen Karyawan Lion Air Group Dirumahkan

Whats New
Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Pahami Beda PBG, SLF, dan Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung

Whats New
Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Ternyata Dipakai Suaminya

Whats New
UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

UMKM Batik Ini Tembus Ekspor ke Mancanegara Berkat Program Shopee

Smartpreneur
Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Faktor Produksi, Jenis, dan Contohnya

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

[POPULER DI KOMPASIANA] Kebiasaan Memberi Tip | Kekalahan Marcus/Kevin | Susur Sungai Musi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X