Kompas.com - 28/05/2014, 09:12 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Utang luar negeri (ULN) Indonesia terus mengalami tren peningkatan. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengatakan peningkatan tersebut disebabkan perbankan yang harus memiliki dana untuk diberikan sebagai pembiayaan.

"Utang luar negeri yang naik itu (karena) bank. Jadi jangan berapriori kepada utang luar negeri, swasta khususnya. LDR (loan to deposit ratio/rasio kredit terhadap dana pihak ketiga) perbankan kita sudah 90 persen lebih," kata CT di kantornya, Senin (26/5/2014).

CT menjelaskan, ruang bagi perbankan Indonesia untuk menggelontorkan dana untuk pinjaman kepada perusahaan nasional agar dapat bergerak cenderung kecil. Apabila LDR perbankan telah menembus 100 persen, kata CT, malah berbahaya.

"Kalau kita juga batasi utang luar negeri swastanya ya tidak ada pergerakan. Yang kita perhatikan jangan sampai itu nanti mismatch (tidak cocok)," ujar CT.

Ketidakcocokan yang dimaksud CT adalah apabila pada saat korporasi harus membayar utang, uangnya malah tidak ada sehingga akan menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu, ULN swasta harus dipantau dan dijaga dengan baik.

Sekedar informasi, Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri Indonesia per Maret 2014 tercatat 276,5 miliar dollar AS, tumbuh 8,7 persen dibandingkan posisi Maret 2013. Posisi ULN pada Maret 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar 130,5 miliar dollar AS dan ULN sektor swasta 146,0 miliar dollar AS. Pertumbuhan ULN terus mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2013 terutama didorong oleh ULN sektor swasta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.