Pemerintah Kaji Larangan Pemakaian BBM Bersubsidi pada Akhir Pekan

Kompas.com - 29/05/2014, 14:19 WIB
Menteri ESDM Jero Wacik KOMPAS/PRIYOMBODOMenteri ESDM Jero Wacik
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sedang mengkaji kebijakan yang melarang pemakaian BBM bersubsidi di akhir pekan. Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Jero Wacik, setelah dikaji, kebijakan tersebut akan diuji coba di Jakarta.

"Bisa gak, Sabtu Minggu tidak pakai BBM subsidi, itu baru dikaji. Kalau kebijakan untuk rakyat banyak harus dicoba, kalau tidak dicoba rakyat ribut," ujar Jero Wacik setelah rapat koordinasi kebijakan minerba di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu malam (28/5/2014).

Jero menjelaskan, pengkajian program tersebut karena pemerintah kesulitan menekan tingginya konsumsi BBM bersubsidi. Menurutnya, pemerintah telah mencoba mengurangi konsumsi BBM dengan mengurangi volume agar ketersediaannya mampu mencukupi kebutuhan tahun 2014 ini. Namun, bukanya menurun, konsumsi BBM malah meningkat dan menekan balik Pemerintah.

"Kita coba (kurangi volume) tapi daya beli kuat, permintaan semakin naik, mau neken konsumsi tapi konsumsinya malah makin naik juga," katanya.

Jero mengatakan, kuota BBM subsidi pada tahun 2014 yaitu 48 juta kilo liter. Sementara, sampai bulan April 2014, konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 15 juta kilo liter.

Angka tersebut dikhawatirkan akan terus meningkat seiring dengan adanya beberapa hari besar yaitu Hari Raya Idul Fitri, Pemilihan Presiden, Natal dan Tahun baru.  "Tahun ini subsidi BBM 48 juta kilo liter, sampai April 15 juta, kalau akhir nanti tinggal kali tiga. Belum nanti Idul Fitri, Natal, tahun baru, Pilpres, ini banyak juga loh yang pakai BBM," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X