Kasus Investasi Bodong Seret Perencana Keuangan QM Financial ke Polisi

Kompas.com - 03/06/2014, 11:17 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus investasi bodong CV Panen Mas yang menyenggol perusahaan perencana keuangan, Quantum Magna (QM) Financial, terus berlanjut. Terbaru, salah satu korban investasi bodong ini melaporkan manajemen QM Financial ke Polda Metro Jaya, Senin (16/5/2014), karena diduga QM Financial terafiliasi dengan CV Panen Mas.

Pelapornya adalah Herry Mada Indra Paska yang mengklaim menderita kerugian Rp 240,5 juta akibat investasi bodong itu. Herry melaporkan, Benny Raharjo, Nurfitriavi Noeriman, Eka Agustina Safitri, dan Ari Pratomo.

Berdasarkan salinan akta notaris pendirian CV Panen Mas yang dibuat notaris Kabupaten Tangerang, Mira Oktaria SH, keempat orang itu merupakan pengurus CV Panen Mas. Benny menjabat sebagai Direktur, Nurfitriavi (Komisaris Utama), Eka (Komisaris), dan Ari (Direktur Utama).

Salah satu terlapor, yakni Ari, sebenarnya sudah menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi atas kasus investasi bodong. Sedangkan tiga orang lainnya, juga tercatat sebagai pengurus dan perencana keuangan di QM Financial. Benny menjabat Plannning Director, Nurfitriavi sebagai Head of Sales, dan Eka salah satu perencana keuangan. Dugaan afiliasi itulah dinilai sebagai pangkal terjadinya kasus investasi bodong.

Saat dikonfirmasi oleh Harian KONTAN, Benny mengaku belum mengetahui dirinya dilaporkan ke pihak berwajib. "Belum ada pemberitahuan," kata Benny, Senin (2/6/2014).

Muhammad Muslih, kuasa hukum Benny, Nurfitriavi dan dan Eka, menegaskan, kliennya akan menghormati upaya hukum di kasus ini. Ia juga membantah jika kliennya memiliki afiliasi dengan CV Panen Mas. "Klien kami tidak pernah membuat akta itu," terang Muslih.

Menurut Muslih, penerbitan akta itu telah menyalahi peraturan yang berlaku. Pihaknya pun sedang mengajukan proses pembatalan akta tersebut di pengadilan.

Sekadar mengingatkan, CV Panen Mas menawarkan satu paket investasi tanaman singkong dengan modal Rp 47,5 juta. Masa tanam 12 bulan, dengan janji pengembalian investasi Rp 99 juta. (Adi Wikanto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Strategi Melati Eks JKT 48 Kembangkan Bisnis Nasi Bakar Kuali Kuning

Smartpreneur
Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Upah PMI Sektor Domestik di Taiwan Naik Jadi Rp 9,9 Juta

Whats New
Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Pemerintah Kantongi Rp 10,6 Triliun dari Lelang Sukuk Negara

Whats New
Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Daftar Limit Transfer BCA Lengkap

Spend Smart
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.870,5 per Dollar AS

Whats New
Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Dirut PLN Ungkap Adanya Potensi Krisis Pasokan Batu Bara

Whats New
BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

BKN Sebut ASN RI Lebih dari 4,3 Juta, Tapi Jumlah Perempuan Jadi Pimpinan Masih Minim

Whats New
Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Turun 9,55 Persen, Laba Bersih Lippo Cikarang Rp 222,5 Miliar di Semester I-2022

Rilis
Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Reli Berakhir, IHSG Ditutup di Zona Merah Hari Ini

Whats New
Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Bos Indofood Bantah Kabar soal Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat

Whats New
OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

OJK: Sampai Saat Ini Belum Ada Rencana untuk Normalisasi Jam Perdagangan Bursa

Whats New
Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Mengenal Tugas CEO dan Tanggung Jawabnya dalam Perusahaan

Whats New
Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Beda Pendapat dengan Mentan, Mendag Sebut Harga Mi Instan Tidak Akan Naik 3 Kali Lipat

Whats New
Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Inflasi Pangan Tembus 10 Persen, Gubernur BI: Harusnya Tidak Boleh Lebih dari 5-6 Persen

Whats New
Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

Atasi Sampah Organik, Bank DBS Indonesia dan Kebun Kumara Hadirkan Layanan Kompos Kolektif

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.