Mendag: Defisit Neraca Perdagangan Kemungkinan Salah Pencatatan

Kompas.com - 03/06/2014, 20:00 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Seolah tak percaya, Menteri Perdagangan, M Lutfi menengarai, defisit neraca perdagangan April 2014 kemungkinan karena salah pencatatan. Lutfi mengatakan, total ekspor nonmigas mengalami penurunan 7,1 persen dibanding bulan lalu (month to month).

Dia mengatakan, penurunan paling dalam terlihat pada komoditas minyak nabati atau crude palm oil (CPO). “CPO turun drastis lebih dari 45 persen, nominalnya lebih dari 1 miliar dollar AS. Oleh sebab itu, karena penurunan drastis itu kami merasa ada kesalahan pencatatan di pasar, atau terjadi masalah yang mesti dipercepat penyelesaiannya,” kata Lutfi ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Lebih lanjut dia menyatakan, sampai saat ini Kementerian Perdagangan belum mengetahui pasti penyebab penurunan ekspor CPO tersebut. Untuk itu, pekan depan pihaknya akan memanggil pelaku industri CPO dan instansi terkait, membahas kemungkinan lain penyebab jatuhnya ekspor CPO.

“Kalau angka (nilai ekspor CPO) ini dikoreksi sama dengan bulan lalu, surplus neraca perdagangan nonmigas sebenarnya lebih baik. Kita akan pelajari semuanya,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.