Anggaran Dipangkas, Kementerian PU Korbankan Infrastruktur Perdesaan

Kompas.com - 04/06/2014, 10:10 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto Jessi CarinaMenteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait penghematan anggaran kementerian/lembaga Rp 100 triliun, berdampak pada pembangunan infrastruktur perdesaan.

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan akan memotong anggaran Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP) tahun ini. "Karena pemotongan anggaran, ada target yang terpaksa harus digeser ke tahun 2015. Salah satunya, ada program pembangunan infrastruktur perdesaan (PPIP)," ujar Menteri PU, Djoko Kirmanto, ditemui di kantor Chairul Tandjung, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Djoko mengatakan, Kementerian PU hanya bisa melakukan penghematan Rp 10,2 triliun. Anggaran tersebut adalah untuk proyek yang berdampak paling minimum.

Asal tahu saja, Kementerian PU merupakan kementerian/lembaga yang mengalami pemangkasan anggaran terbesar. Anggaran Kementerian PU seharusnya dipotong sebesar Rp 22,746 triliun dari pagu anggaran awal yang sebesar Rp 84,148 triliun.

Djoko pun mengaku, hanya pasrah dengan instruksi Presiden SBY itu. "Saya sudah jelaskan ke Menko dari jatah yang harus dipotong, yang sudah pasti saya siap dipotong sekian, kalau yang lain-lain itu saya kalau terpaksa saya harus siap semua," kata dia lagi.

Lain dari anggaran PPIP yang terpaksa dipangkas, Djoko memastikan proyek infrastruktur dasar seperti Proyek Pantura dipastikan tidak terkendala pemangkasan anggaran. "Pantura kita tetap urus. Pantura akhir Juni atau awal Juli sudah oke," ujarnya.

Sebagai informasi, hingga 2013 lalu sudah ada 54.500 desa yang menerima PPIP. Sedangkan, untuk tahun lalu saja, ada 6.640 desa sasaran PPIP dengan total nilai bantuan mencapai Rp 1,66 triliun. Nilai bantuan itu berdasarkan jatah hibah untuk setiap desa PPIP mencapai Rp 250 juta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X