Populasi Turun, Kementan Datangkan Sapi Indukan dari Australia

Kompas.com - 04/06/2014, 13:09 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian akan mendatangkan sapi indukan dari Australia dalam waktu dekat ini. Hal itu seiring dengan adanya penurunan populasi sapi nasional.

"Dalam waktu dekat akan masuk indukan sapi dari australia harganya paling 15-20 juta per ekor," ujar Direktur Budidaya Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Fauzi Luthan, dalam konferensi pers peresmian pelatihan fontera dairy farming scholarship 2014 di Kantor Kementerian Peternakan, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Fauzi menjelaskan, populasi sapi saat ini disinyalir mengalami penurunan. Dia menduga ada kemungkinan pemotongan sapi betina secara besar yang mengakibatkan Indonesia kekurangan sapi indukan.

"Impor indukan peraturannya sudah kita buat untuk dimanfaatkan kalau kesulitan mendapatan indukan di dalam negeri," kata Fauzi.

Namun, ekpor sapi tidak bisa dilakukan hanya oleh Kementan. Menurut Fauzi, dibutuhkan kerjasama antara Kementan dan Kemendag dalam melancarkan setiap impor tersebut.

"Tentu ada kerjasama dengan Kementerian Perdagangan. Kalau kita mau tetap impor berarti kita harus kerja keras untuk memenuhinya," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menaker bersama Presiden Jokowi Salurkan BSU kepada Pekerja di Sultra

Menaker bersama Presiden Jokowi Salurkan BSU kepada Pekerja di Sultra

Rilis
United Tractors Bakal Bagikan Dividen, Ini Jadwal Pelaksanaannya

United Tractors Bakal Bagikan Dividen, Ini Jadwal Pelaksanaannya

Whats New
Nelayan Campurejo Gresik Menginap di SPBU Demi Beli Solar, Ini Kata Pertamina

Nelayan Campurejo Gresik Menginap di SPBU Demi Beli Solar, Ini Kata Pertamina

Whats New
LPS Prediksi Bunga Deposito Perbankan Naik Jelang Akhir Tahun

LPS Prediksi Bunga Deposito Perbankan Naik Jelang Akhir Tahun

Whats New
Berapa Total Insentif yang Didapat dari Kartu Prakerja? Simak Rinciannya

Berapa Total Insentif yang Didapat dari Kartu Prakerja? Simak Rinciannya

Whats New
Presiden Jokowi Sebut Penyaluran BSU Sudah 48,3 Persen

Presiden Jokowi Sebut Penyaluran BSU Sudah 48,3 Persen

Whats New
Fujifilm dan Semangat Berbagi untuk Hidup Bersama Lebih Baik

Fujifilm dan Semangat Berbagi untuk Hidup Bersama Lebih Baik

Work Smart
PT Rintis Sejahtra Koneksikan 10 Bank Jadi BI Fast di Batch IV

PT Rintis Sejahtra Koneksikan 10 Bank Jadi BI Fast di Batch IV

Whats New
SIG Percepat Transformasi Digital lewat Teknologi Cloud

SIG Percepat Transformasi Digital lewat Teknologi Cloud

Whats New
Kliring Berjangka Indonesia Angkat Budi Susanto Jadi Direktur, Ini Profilnya

Kliring Berjangka Indonesia Angkat Budi Susanto Jadi Direktur, Ini Profilnya

Whats New
Prakerja Gelombang 45 Diumumkan, Ini Cara Cek Lolos Kartu Prakerja

Prakerja Gelombang 45 Diumumkan, Ini Cara Cek Lolos Kartu Prakerja

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 46 Belum Dibuka, Simak Dulu Syarat dan Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 46 Belum Dibuka, Simak Dulu Syarat dan Cara Daftarnya

Whats New
Lowongan Kerja di Perusahaan Kelapa Sawit, Simak Posisi dan Syaratnya

Lowongan Kerja di Perusahaan Kelapa Sawit, Simak Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Pesangon Karyawan Indosat Capai 75 Kali Upah, Begini Cara Hitung Uang Kompensasi PHK

Pesangon Karyawan Indosat Capai 75 Kali Upah, Begini Cara Hitung Uang Kompensasi PHK

Whats New
Aturan Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Rampung, Kemenhub: Butuh 3 Hari Sosialisasi

Aturan Tarif Baru Angkutan Penyeberangan Rampung, Kemenhub: Butuh 3 Hari Sosialisasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.