Tak Bisa Diputuskan, Renegosiasi Kontrak Freeport Dibawa ke Sidang Kabinet

Kompas.com - 04/06/2014, 17:34 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – Menko Bidang Perkonomian Chairul Tanjung menyatakan, tidak bisa memberikan keputusan terkait renengosiasi kontrak karya PT Freeport Indonesia.

“Keputusan pemerintah RI baru bisa diambil itu setelah sidang kabinet,” ujar CT kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Oleh karena itu, dia pun enggan membeberkan poin-poin renegosiasi yang sudah disepakati kedua belah pihak. Sedangkan, untuk poin-poin renegosiasi yang belum disepakati, dia pun enggan menjelaskan, dengan alasan masih dalam proses.

“Jadi, tidak mungkin saya menyampaikan hasil poin-poin negosiasinya. Karena apa? Kalau saya menyampaikan, itu saya mendahului sidang kabinet,” jelasnya.

Dia mengatakan, beberapa hal prinsip dalam renegosiasi sudah menemukan titik temu. Namun, ada beberapa hal yang masih harus diselaraskan. Sayangnya, CT juga bungkan perihal divestasi Freeport.

Sebelumnya, pelepasan saham menjadi poin alot proses renegosiasi. Usai menerima, kunjungan President and Chief Executive Officer of Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., Richad C. Adkerson, dikantornya, CT lantas bertolak ke Batam untuk melaporkan hasil pertemuan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara itu, dia menambahkan, rapat terbatas akan segera diagendakan. “Ini saya akan ke Batam. Saya akan laporkan ke Presiden segala sesuatu dari hasil rapat tadi tentu kita menunggu arahan berikutnya dari Presiden,” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.