AirAsia dan Citilink Mengincar Mandala

Kompas.com - 05/06/2014, 07:11 WIB
Pesawat Airbus A320 Tigerair Mandala terbaru atau kedelapan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (7/6/2013).
WWW.TIGERAIRWAYS.COMPesawat Airbus A320 Tigerair Mandala terbaru atau kedelapan di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (7/6/2013).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Pemegang saham maskapai penerbangan Tiger Mandala, mulai kepayahan menghadapi ganasnya persaingan bisnis penerbangan di Tanah Air. Kementerian Perhubungan menyatakan, saat ini pemilik Tiger Mandala akan menjual maskapai itu.

Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmodjo mengungkapkan, pertengahan bulan ini bakal ada pengumuman investor pembeli saham Tiger Mandala milik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. "Informasi yang saya dapat ada dua calon investor, yaitu Citilink dan AirAsia Indonesia. Siapa yang menjadi pembeli, baru bisa diketahui pertengahan Juni ini," katanya, Rabu (4/6/2014).

Namun ia tak bisa merinci investor baru Tiger Mandala lantaran belum menerima laporan resmi dari maskapai ini. Berdasarkan laporan yang ia peroleh, Tiger Mandala memang getol mencari investor agar tetap bisa mengudara.

PT Indonesia AirAsia membenarkan tengah mengkaji kemungkinan untuk mengambil alih saham Tiger Mandala milik Saratoga. "Saat ini sedang kami evaluasi," kata Audrey Progastama Penitry, Head of Corporate Secretary & Communication Indonesia AirAsia kepada KONTAN, Rabu (4/6/2014).

Namun Audrey belum bersedia menjelaskan porsi saham Tiger Mandala yang tengah diincar AirAsia. "Intinya yang akan dilihat adalah saham Saratoga di Tiger Mandala," tandas Audrey.

Sampai berita ini naik, belum mendapatkan konfirmasi Citilink sehubungan dengan kabar ini.

Sekadar berkilas balik, Saratoga mengambil alih Mandala Air pada awal tahun 2011. Waktu itu, maskapai penerbangan ini tengah terbelit utang Rp 2,45 triliun.

Melalui sebuah transaksi, perusahaan investasi milik Edward Soerjadjaya dan Sandiaga Salahuddin Uno itu akhirnya membeli 51 persen saham Tiger Mandala. Tak jelas berapa nilai pembelian tersebut. Waktu itu, Sandiaga hanya menyatakan bahwa Saratoga siap membayar Rp 1 triliun untuk transaksi, plus suntikan modal 20 juta dollar AS agar Mandala tetap terbang.

Belakangan, maskapai udara berbasis Singapura, Tiger Airways juga masuk dan membeli 35,8 persen saham Tiger Mandala. Sejak itulah nama Mandala berganti menjadi Tiger Mandala. Sementara 13,2 persen saham lain dikuasai oleh pemilik lama.

Abdul Hani, Director of Goverment Relation & Industry Affairs Tiger Mandala, mengakui bahwa Tiger Mandala terus berupaya mencari investor baru. Tapi, dia enggan berkomentar tentang calon investor itu. "Keputusan tergantung pemegang saham," katanya.

Sandiaga Uno juga enggan memberikan penjelasan. Lewat pesan singkat kepada KONTAN, ia hanya berjanji akan memberikan informasi tambahan secepatnya ketika ada informasi baru. (RR Putri Werdiningsih)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X