Antisipasi Telemarketing, OJK Implementasikan "Don't Call Registry"

Kompas.com - 05/06/2014, 19:20 WIB
Ilustrasi telemarketing BBCIlustrasi telemarketing
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan mengkaji implementasi layanan Don't Call Registry, yang bertujuan agar konsumen bisa menghindari penawaran produk keuangan melalui SMS atau telepon.

"Dengan adanya fasilitas itu diharapkan dapat mengantisipasi maraknya penawaran-penawaran itu melalui SMS atau telepon, dan kami akan tampung konsumen pelaku usaha jasa keuangan yang tidak mau di SMS atau dihubungi atas penawaran produk jasa keuangan itu," kata Muliaman di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Akan tetapi, Muliaman mengaku implementasi layanan itu tidak mudah, karena para pelaku yang menawarkan produk dan pelayanan jasa keuangan tersebut dapat dengan mudah memperoleh nomor-nomor para konsumen.

Untuk itu, pihaknya tengah mencari cara efektif agar fasilitas Don’t Call Registry ini bisa diimplementasikan. "Ini merupakan respon OJK atas banyak keluhan konsumen yang merasa terganggu karena telemarketing itu. Saya sudah banyak menerima aduan dari masyarakat, sehingga saya mulai dengan surat edaran kemudian dengan cara lain seperti don’t call registry ini," ujar Muliaman.

Terkait hal tersebut, Direktur Retail Banking PT Bank Permata Tbk Bianto Surodjo mengungkapkan pihaknya tidak sembarang mengirimkan SMS atau menelepon nasabah untuk menawarkan produk maupun layanan.

Bank Permata, kata dia, hanya mengirimkan SMS atau telepon kepada nasabah yang telah menyatakan kesediaannya. "Kita informasi maupun pemasaran lewat SMS kami atur melalui contact management. Kami beri informasi yang konstruktif. Kita jarang dapat komplain orang diberikan tawaran melalui SMS. Kita kalau tawarkan produk kita tanya dulu, itu hanya kepada nasabah yang setuju," ujar Bianto kemarin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Ditawari Gabung ICAO, Menhub: Kemajuan Sektor Penerbangan Kita Diakui Dunia Internasional

Whats New
IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

IFG: Dana Pensiun Bisa Kurangi Ketergantungan RI dari Modal Asing

Whats New
Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Lengkap Syarat Perjalanan Dalam Negeri dengan Kapal Laut

Whats New
Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Atasi Wabah PMK, Kementan Kirim Obat-obatan Senilai Rp 534,29 Juta ke Beberapa Wilayah

Whats New
LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

LKPP Segera Terbitkan Aturan Pengadaan Barang Jasa Khusus IKN

Whats New
Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Gelar Halalbihalal, J99 Corp Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Whats New
Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Lin Chen Wei Tersangka Kasus Ekspor CPO, Anggota DPR Minta Kementerian yang Gunakan Jasanya Beri Klarifikasi

Whats New
Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Tren Belanja Kuartal I-2022, Tokopedia: Masker Kesehatan Laris Manis

Whats New
Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Harga Sawit Petani Anjlok, Tapi Ironinya Minyak Goreng Tetap Mahal

Whats New
Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Prokes Dilonggarkan, Simak Syarat Perjalanan Lengkap Kereta Api Terbaru

Whats New
Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Shopee Tebar Diskon Hingga 60 Persen untuk Produk Kebutuhan Rumah

Spend Smart
Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Larangan Ekspor Belum Mempan, Harga Minyak Goreng Masih Saja Mahal

Spend Smart
Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Kemenkominfo Gelar Startup Gathering Road to Hub.id Summit 2022

Whats New
Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Mau Jadi Negara Maju, Porsi Pasar Keuangan RI Harus 400 Persen dari PDB

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.