Jokowi - JK Janji Kembangkan Transportasi Murah Energi

Kompas.com - 06/06/2014, 11:02 WIB
Kemacetan kendaraan yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat (7/3). Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di lokasi tersebut disebabkan karena kendaraan yang masuk dan keluar mall serta kendaraan yang masuk pintu tol Semanggi. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) Kompas/Lucky Pransiska Kemacetan kendaraan yang melintas di Jalan Gatot Subroto, Semanggi, Jakarta Pusat, Jumat (7/3). Kemacetan yang terjadi hampir setiap hari di lokasi tersebut disebabkan karena kendaraan yang masuk dan keluar mall serta kendaraan yang masuk pintu tol Semanggi. Kompas/Lucky Pransiska (UKI)
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia setiap tahun menghabiskan dana yang cukup besar untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2014 saja misalnya, pagu belanja untuk subsidi BBM mencapai Rp 285 triliun atau naik Rp 74,3 triliun dari pagu sebesar Rp 210,7 triliun yang telah ditetapkan dalam APBN 2014.

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla memandang pembengkakan dana subsidi BBM tersebut tidak produktif. Oleh karena itulah kalau terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla berjanji akan merancang strategi untuk melakukan transformasi energi dari yang selama bertumpu pada BBM ke sumber energi lain yang lebih murah.

Khusus untuk energi di sektor transportasi misalnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden ini punya program untuk mengalihkan sumber energi sektor transportasi dari yang selama ini masih bertumpu pada bahan bakar minyak ke gas.

Sri Adiningsih, salah satu anggota Tim Ekonomi Joko Widodo - Jusuf Kalla mengatakan bahwa salah satu langkah penting yang akan mereka lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah segera menggenjot pembangunan infrastruktur gas. "Selama ini pembangunan infrastruktur ini tidak dilakukan, itu yang akan dijalankan," kata Sri kepada KONTAN Kamis (5/6/2014).

Arif Budimanta, Ketua Tim Ekonomi Joko Widodo- Jusuf Kalla mengatakan, ada dua strategi yang akan dijalankan oleh pasangan tersebut untuk menggenjot pembangunan infrastruktur gas. Pertama, melakukan efesiensi penggunaan BBM.

Arif bilang, pemerintahan Joko Widodo- Jusuf Kalla akan berupaya semaksimal mungkin untuk menghemat penggunaan BBM.

Penghematan tersebut salah satunya akan dilakukan dengan menjaga penggunaan BBM bersubsidi sesuai dengan alokasi subsidi yang telah ditetapkan. "Selama ini kan sering jebol, ini akan dijaga supaya dana triliunan yang selama ini digunakan untuk menambah alokasi subsidi bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur gas," kata Arif.

Selain memaksimalkan penggunaan APBN, Arif juga mengatakan bahwa pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla juga akan menggandeng swasta. Pasangan ini berencana untuk meningkatkan minat swasta dalam pembangunan infrastruktur gas dengan menawarkan insentif khusus. "Bisa dibicarakan nanti, bisa itu insentif fiskal segala macam," kata Arif.

Pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla kata Arif berharap pengalihan ini untuk jangka waktu dua sampai tiga tahun mendatang bisa mengalihkan 30 persen konsumsi BBM ke gas. Target pasangan ini, beban subsidi BBM yang saat ini besaranya sudah mendekati Rp 300 trilun bisa ditekan sempai dengan Rp 60 triliun per tahun. (Agus Triyono)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Whats New
Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Whats New
Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Whats New
Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Whats New
KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

Whats New
[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

Rilis
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

Rilis
Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Whats New
Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Whats New
H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

Rilis
Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Whats New
Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Whats New
BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

Rilis
Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Rilis
Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Penukaran Uang Baru Terbatas, Nasabah Pilih Tarik di ATM Pecahan Rp 20.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X