Kenaikan Tarif Listrik Diklaim Tak Sumbang Inflasi

Kompas.com - 06/06/2014, 17:52 WIB
Menteri Keuangan Chatib Basri KOMPAS.COM/Sandro GatraMenteri Keuangan Chatib Basri
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengklaim rencana pemerintah menaikkan tarif listrik enam golongan pelanggan PLN, tidak akan berdampak terhadap inflasi.

"Tidak banyak pengaruhnya. Kontribusi tarif listrik terhadap inflasi hanya 0,1 persen hingga 0,2 persen," kata Chatib di kantornya, Jakarta, Jumat (6/6/2014).

Dengan demikian, jika perhitungan pemerintah inflasi pada tahun ini mencapai 5,5 persen, maka hanya akan bertambah menjadi 5,6 persen.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, pemerintah akan menaikkan tarif tegangan listrik mulai 1 Juli 2014, untuk enam golongan pelanggan PLN, terdiri dari rumah tangga, industri non Tbk, dan pemerintah.

Adapun penghematan subsidi dari kenaikan tarif sebesar hampir Rp 0,5 triliun untuk golongan pemerintah, sekitar Rp 3 triliun untuk golongan rumah tangga, dan hampir Rp 5 triliun untuk golongan industri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X