BI: Suku Bunga Acuan Bertahan hingga Triwulan III-2014

Kompas.com - 09/06/2014, 17:19 WIB
Gedung Bank Indonesia KOMPAS/WISNU WIDIANTOROGedung Bank Indonesia
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) masih akan menjaga suku bunga di level 7,5 persen. Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityasrawa fokus pada menjaga stabilitas ekonomi ketimbang mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Suku bunga atau BI rate kemungkinan besar masih akan dipertahankan hingga triwulan III-2014. "Saya kira tantangan masih banyak di triwulan ii dan iii. Jadi, kita masih dalam periode stabilisasi," kata dia ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/6/2014).

Defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2014 sudah mencapai 3,8 persen dari PDB. Dengan banyaknya tantangan, dikhawatirkan, defisitnya semakin melebar. Kebijakan pengetatan yang sebelumnya diambil, yakni menaikkan suku bunga menjadi 7,5 persen dimaksudkan agar pertumbuhan kredit tidak terlalu tinggi.

Pertumbuhan kredit yang tinggi akan menyebabkan impor, yang berujung melebarnya defisit neraca transaksi berjalan. Mirza mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan cepat panas jika tidak diimbangi dengan perbaikan neraca perdagangan yang surplus.

Sayangnya, ekspor Indonesia masih sangat bergantung komoditas yang sewaktu-waktu bisa anjlok. Sementara, impor masih tinggi dipicu subsidi energi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X