KPK Pertanyakan Sumber Dana Capres untuk Jalankan Program

Kompas.com - 09/06/2014, 19:18 WIB
Bambang Widjojanto saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat komisi III DPR Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2011).  TRIBUNNEWS/HERUDINBambang Widjojanto saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di ruang rapat komisi III DPR Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2011).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com
- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mempertanyakan, mengapa kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tidak ada yang mencantumkan sumber anggaran yang akan digunakan untuk merealisasikan program-program mereka jika terpilih nanti.

Menurutnya, sumber pendanaan juga perlu dicantumkan dalam visi misi agar adanya transparansi kepada masyarakat.

"Dalam seluruh perdebatan visi misi, dari enam kali pemilu, tidak ada yang berani kemukakan seluruh program dibiayai dari mana. Tidak pernah diberitahukan duitnya duit siapa," kata Bambang dalam diskusi di Jakarta, Senin (9/6/2014).

Bambang khawatir, kedua pasangan tidak mampu menjalankan seluruh agenda pembangunan yang direncanakan karena tidak adanya rencana anggaran.

"Pada dokumen visi dan misi capres tidak dibahas secara elaboratif dan tuntas dari mana pembiayaan seluruh program yang dicanangkan itu. Hal itu bisa menjadi masalah serius," ujarnya.

Selain itu, kata Bambang, isu mengenai pajak juga tidak disinggung dalam lembaran visi misi kedua kandidat. Padahal, menurutnya, sektor pajak menjadi isu penting dan krusial bagi Indonesia untuk dikritisi.

"Kalau lihat debat kandidat di luar (negeri), pajak jadi isu yang penting dan perlu diperdebatkan secara terbuka," kata Bambang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X