FAO: Nelayan Kecil, Kunci Atasi Kelaparan dan Kemiskinan

Kompas.com - 10/06/2014, 11:33 WIB
Nelayan Sungai Pinang di Sumbar menarik tali pukat. Pukat ditarik minimal oleh lima belas orang terbagi atas dua sisi tali penarik. ARSIP KOMPAS TVNelayan Sungai Pinang di Sumbar menarik tali pukat. Pukat ditarik minimal oleh lima belas orang terbagi atas dua sisi tali penarik.
|
EditorErlangga Djumena

ROMA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Organisasi Pangan Dunia (FAO) José Graziano da Silva, mengatakan, hingga saat ini dunia belum optimal melakukan perlindungan terhadap nelayan kecil. Hal ini sekaligus memperparah kegagalan mengatasi kelaparan dan kemiskinan secara global.

"Paradoks terjadi selama ini. Agenda pengelolaan belum berdampak ke nelayan kecil. Padahal, nelayan kecil juga bagian dari usaha mengatasi masalah kelaparan dan kemiskinan," ujar Graziano, saat membuka Sidang ke -31 Komite Perikanan Dunia (COFI/ Comittee on Fisheries) di Kantor Pusat FAO, Roma Italia, Selasa waktu setempat (10/6/2014).

Laporan terakhir menyebutkan bahwa produksi ikan dunia telah mencapai lebih dari 180 juta ton, yang terdiri dari 90,4 juta ton hasil perikanan budidaya, serta 93,7 juta ton hasil perikanan tangkap.

Di Indonesia sendiri diperkirakan sekitar 13,8 juta orang menggantungkan langsung kehidupannya terhadap sektor perikanan. Di mana 90 persen di antaranya adalah pelaku usaha skala kecil.

Ketua Dewan Pembina KNTI, Riza Damanik, menengarai, ada tiga alasan mendasar Indonesia perlu segera membenahi komitmennya melindungi nelayan kecil.

Pertama, pasokan pangan dari perikanan semakin signifikan mengejar gap pemenuhan pangan domestik yang kian tumbuh sejalan pertumbuhan penduduk.

Kedua, perikanan telah masuk menjadi satu dari 12 sektor yang akan dilebarilisasi di bawah kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean 2015. "Ketiga, nyata bahwa seperempat dari total masyarakat miskin di Indonesia tinggal di perkampungan nelayan," kata Riza.

Sidang COFI ke-31, yang berlangsung 9-12 Juni 2014 direncanakan menyelesaikan sejumlah agenda, termasuk adopsi Instrumen Internasional tentang Perlindungan Nelayan Kecil atau International Guidelines for Securing Sustainable Small-scale Fisheries (IGSSF).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X