Wamendag Klaim Eropa Respons Positif CPO Indonesia

Kompas.com - 10/06/2014, 16:19 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, dalam kunjungannya ke Eropa beberapa waktu lalu, dia mendapati sejumlah pembeli (buyers) crude palm oil (CPO) tidak ragu lagi akan komoditas andalan ekspor Indonesia itu.

“Kita mendapatkan respons positif 300 buyers yang menggunakan CPO. Mereka juga memahami bahwa isu lingkungan memang ada, tapi tidak berarti semua CPO bermasalah, karena ada CPO yang dihasilkan dengan cara-cara baik,” kata dia ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (10/6/2014).

Menurut Bayu, Indonesia merupakan produsen sawit berkelanjutan terbesar di dunia. Produksi CPO seluruh dunia ada sekitar 8,6 hingga 9 juta ton, di mana 4,5 juta ton di antaranya berasal dari Indonesia.

Angka 4,5 juta ton ini, diakuinya, jelas lebih kecil dibanding produksi CPO Indonesia, yang setiap tahun mencapai 30 juta ton.

Dia pun mengatakan, jika Uni Eropa menginginkan CPO yang berkelanjutan, maka Indonesia sudah siap. Terlebih lagi lanjutnya, Indonesia telah memiliki sertifikasi CPO berkelanjutan, yakni Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), yang hanya memiliki perbedaan 10 persen dari prasyarat Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO).

Dia bilang, jika ada kemitraan antara produsen CPO di Indonesia dengan buyers, maka bukan tidak mungkin Indonesia menjadi produsen dan eksportir CPO berkelanjutan terbesar di dunia. “Kalau ini jalan, dan 300-an buyer sepakat dengan ini, kita jadi yang pertama,” ujarnya.

Di sisi lain, dia menyampaikan, pada dasarnya CPO bukanlah satu-satunya minyak nabati yang diserang isu lingkungan. Kompetitor CPO, seperti minyak bunga matahari dan minyak zaitun, juga mengalami hal serupa.

“Mereka (buyers) juga memahami minyak nabati lain seperti rapeseed, olive oil itu juga ada yang bermasalah secara lingkungan. Bukan berarti minyak nabati selain CPO itu tidak ada masalah lingkungan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.