Freeport Pilih Antam, Perusahaan Smelter Minta "Cerai"

Kompas.com - 11/06/2014, 17:04 WIB
Pemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas. KOMPAS/IWAN SANTOSAPemandangan di pertambangan emas-tembaga PT Freeport Indonesia yang merupakan investasi Amerika Serikat. Indonesia hanya menerima satu persen dari bagi hasil pertambangan di lokasi yang menghasilkan sekurangnya 300 kilogram emas setiap hari. Pada 25 tahun pertama beroperasi, Republik Indonesia tidak menerima bagi hasil dari penambangan emas.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- PT Indosmelt selaku pengembang pembangunan smelter yang bermitra dengan PT Freeport Indonesia menunggu kepastian dari perusahaan asal Amerika Serikat itu.

Presiden Direktur PT Indosmelt Natsir Mansyur mengaku  malu karena dicampakkan oleh Freeport yang lebih memilih bekerjasama membangun smelter dengat PT Aneka Tambang (Antam).

"Tahu gak apa yang saya rasain sekarang? Saya shock, mental kita. Bayangkan, orang-orang yang kita sudah sepakat tanda tangan MOU tapi ini kita dicampakan kaya hilang begini, malu kita," ujar Natsir di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Natsir kecewa dengan kehadiaran Antam yang mengikat kerjasama dengan Freeport yang difasilitasi oleh pemerintah. Menurut dia, kehadiran Antam membuat kerjasama dengan Freeport terputus dan tidak ada kejelasan keberlanjutan kerja.

"Gini ya, hey gue minta surat cerai, tapi gak dikasih juga," ujarnya.

Padahal, PT Indosmelt menurut Natsir juga berhak untuk bekerjasama dengan Freeport untuk membangun smelter sesuai kesepakatan awal tahun 2014.

Natsir mengatakan, dengan masuknya Antam tersebut,  pihaknya merasa dirugikan karena sudah mengeluarkan biaya hingga Rp 250 miliar untuk melakukan pembebasan lahan, membayar teknologi dan vendor-vendor proyek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.