BI: Nilai Tukar Rp 11.600-Rp 11.800 Realistis

Kompas.com - 12/06/2014, 09:42 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui beberapa asumsi makro, salah satunya adalah nilai tukar yang dipatok berada pada kisaran Rp 11.000 hingga Rp 11.600 pada tahun 2014. Bank Indonesia (BI) memandang kisaran tersebut merupakan angka yang realistis.

"Realistis, artinya Rp 11.600 sampai Rp 11.800 sepanjang tahun ini adalah range yang realistis," kata Gubernur BI Agus DW Martowardojo seusai rapat Banggar di Gedung DPR, Rabu (11/6/2014) malam.

Menurut Agus, yang masih harus diperhatikan adalah upaya pemerintah dalam memperbaiki transaksi berjalan yang masih defisit. Apabila transaksi berjalan dapat benar-benar dijaga dan ekspor serta impor dapat dijaga pula, maka asumsi-asumsi makro yang disepakati dapat tercapai.

"Kalau bagian ekspor tantangannya komoditi sedang tertekan, khususnya batubara dan palm oil, tapi juga mineral. Sampai sekarang sampai Juni untuk komoditi utama itu masih belum ada kegiatan ekspor. Diharapkan ada upaya best effort untuk perbaiki transaksi berjalan," jelas Agus.

Banggar menyetujui asumsi makro mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, SPN 3 Bulan, nilai tukar rupiah, harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), lifting atau produksi minyak dan lifting gas.

"Kita sepakati pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5 persen, inflasi 5,3 persen, SPN 3 Bulan 6 persen, ICP 105 dollar AS, lifting minyak 818.000 barel per hari dan lifting gas 1.224.000.000 barel setara minyak per hari," kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X