Kompas.com - 14/06/2014, 21:18 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Keinginan Bank Rakyat Indonesia (BRI) memboyong pulang Bank Mutiara tinggal beberapa langkah lagi. Sebab, bank dengan predikat laba terbesar di Tanah Air ini dinyatakan lolos tahap penilaian harga penawaran awal.

Achmad Baiquni, Direktur Keuangan BRI mengungkapkan, pihaknya telah menerima surat elektronik (email) pemberitahuan tentang hasil penilaian LPS terhadap proposal penawaran yang diajukan BRI untuk membeli Mutiara. Dus, BRI kini masuk ke tahap selanjutnya yakni tahap uji tuntas atawa due diligence.

"Kami akan pakai tim independen konsultan. Penilaian dari luar ada. Hasilnya akan dibahas dalam rapat umum pemegang saham (RUPS)," ujar Baiquni kepada KONTAN, Jumat (13/6/2014). Baiquni menjelaskan, dalam proses uji tuntas itu, BRI akan memeriksa jeroan Mutiara dari aspek finansial dan hukum.

Baiquni bilang, BRI bakal serius memeriksa Mutiara dalam tahap due diligence. Fokus BRI adalah mencermati aspek legal Mutiara. Salah satu poin yang jadi perhatian BRI adalah status hukum debitur nakal Mutiara.

"Jika utang debitur nakal masih tercatat sebagai aset, maka itu bisa mengurangi penawaran. Harga penawaran kami bisa bertambah atau berkurang saat due diligence," ujar BRI. Catatan saja, BRI menyiapkan dana akuisisi Rp 3 triliun untuk tahun ini.

Nah, dari segi bisnis, BRI tidak begitu ambil pusing saat melakukan uji tuntas. Baiquni menilai, efek akuisisi Mutiara terhadap kinerja BRI tidak akan signifikan. Namun, core business Mutiara dinilai bisa melengkapi core business BRI. "Mutiara kuat di valas atau forex. Itu bagus untuk menunjang kinerja BRI karena selama ini belum terlalu digarap BRI," jelas Baiquni.

BRI tidak sendirian meminang Mutiara. Poltak L. Tobing, Ahli Kebijakan Strategis dan Penanganan Bank LPS mengatakan, ada tujuh calon investor lolos ke tahap due dilligence, menyusut dari 10 investor di tahap sebelumnya. Tujuh calon investor berasal dari Hongkong, Malaysia, Singapura, Jepang dan dua investor lokal, termasuk BRI. Tahap uji tuntas akan berlangsung mulai 23 Juni. (Dea Chadiza Syafina, Issa Almawadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Whats New
Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Whats New
Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Whats New
Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Whats New
Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Whats New
Masyarakat Sebut Pertalite 'Harga Baru' Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Masyarakat Sebut Pertalite "Harga Baru" Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Whats New
Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Whats New
Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Whats New
Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Whats New
Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Whats New
BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

Whats New
 Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Whats New
PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

Whats New
Bahlil Sebut Tak Semua Negara Ingin Negara Berkembang Jadi Negara Maju

Bahlil Sebut Tak Semua Negara Ingin Negara Berkembang Jadi Negara Maju

Whats New
Ekonomi Digital RI 2030 'Diramal' Capai Rp 4.531 Triliun, Jokowi: Ada Peluang Besar Pengembangan 'Startup' Pangan

Ekonomi Digital RI 2030 "Diramal" Capai Rp 4.531 Triliun, Jokowi: Ada Peluang Besar Pengembangan "Startup" Pangan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.