Tak Ada Tanda Tangan Atut, Proyek Kereta Bandara "Molor"

Kompas.com - 19/06/2014, 14:01 WIB
Mulai Mei 2014 pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan ditutup terkait pembangunan rel kereta bandara dan terminal tiga ultimate, Kamis (3/4/2014). Yohanes Debrito NeonnubMulai Mei 2014 pintu M1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan ditutup terkait pembangunan rel kereta bandara dan terminal tiga ultimate, Kamis (3/4/2014).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) belum menyelesaikan proyek double track kereta api ke Bandara Soekarno-Hatta. Pasalnya masih ada 7 km pembebasan lahan tanah yang menunggu tanda tangan Gubernur Banten yang juga merupakan tersangka kasus korupsi, Ratu Atut Khosiah.

"Itu belum selesai gara-gara tanda tangan itu (Gubernur Banten)," ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono di Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Bambang menjelaskan, pembangunan double track KA Bandara Soekarno-Hatta tersebut terdiri dari tiga komponen. Pertama, pembuatan rel dari Stasiun Duri ke Tangerang. Kedua, dari Stasiun Batu Ceper ke Stasiun Bandara. Dan ketiga, pembangunan terminal terpadu di Bandara Soekarno-Hatta.

"Pembangunannya ada tiga komponen, Duri-Tangerang double track sudah selesai kita sekarang, kedua yang dilakukan PT KAI dari Stasiun Batu Ceper ke Stasiun Bandara itu dijanjikan 10 bulan, masalahnya ya tadi pembebasan lahan. Ketiga terminal antar moda di bandaranya," katanya.

Namun Bambang juga mendapatkan laporan bahwa proyek pembangunan terminal terpadu di Bandara Soekarno-Hatta diberhentikan sementara karena Angkasa Pura II menunggu kepastian selesainya rel dari Stasiun Batu Ceper ke bandara yang terkendala pembebasan lahan.

"Angkasa Pura II bilang kapan KAI selesai kita jalan.Tetapi katanya mereka agak ngerem (pembangun terminal Bandara)," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X