Menkeu Bentuk Tim untuk “Hedging” BUMN

Kompas.com - 19/06/2014, 20:51 WIB
Menteri Keuangan M Chatib Basri Kompas/Priyombodo Menteri Keuangan M Chatib Basri
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com
– Pemerintah akan membentuk tim yang akan mengurusi hedging (lindung nilai) BUMN yang terdiri dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Menteri BUMN, Kepolisian, Kejaksaan, BPKP, dan kemungkinan juga Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Akan dibentuk tim untuk menindak lanjuti supaya kalau BUMN mau hedging tidak dianggap sebagai kerugian negara karena yang penting adalah kesepahaman mengenai hedging,” Menteri Keuangan Chatib Basri di kantornya, Jakarta, Kamis (19/6/2014).

Chatib menuturkan, kekhawatiran BUMN saat ini menyebabkan hedging belum berjalan. Dia juga bilang, belum adanya kesepahaman soal hedging pun menyebabkan keragu-raguan BUMN. Secara sederhana, hedging bisa dipahami seperti premi asuransi. Artinya, jika peserta asuransi tidak mengalami resiko, maka premi tersebut tidak bisa diklaim.

Iuran premi yang sudah dibayarkan pun tidak bisa diminta kembali. Begitu pula dengan BUMN yang melakukan hedging, jika tidak mengalami resiko kurs, maka uang yang dilindungnilaikan tidak bisa diambil.

Dia menengarai hilangnya penjaminan inilah yang membuat BUMN takut dianggap kerugian. Sementara dalam Undang-undang 19 tahun 2003 tentang BUMN, disebutkan perusahaan pelat merah dilarang merugi.

“Jadi, mesti duduk bareng, supaya siapapun kalau bikin hedging tidak dislaahkan karena ini soal akutansi, seharusnya dianggapnya sebagai biaya bukan kerugian,” ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X