BI Layani Penukaran "Uang Receh Lebaran" Mulai 1 Juli 2014

Kompas.com - 27/06/2014, 04:48 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia mulai membuka layanan penukaran uang tunai bernominal kecil pada 1 Juli 2014 hingga 25 Juli 2014. Penukaran dapat dilakukan di berbagai posko yang dibuka BI di beragam kota dan di aneka gerai lain.

"Untuk wilayah DKI Jakarta, (posko) layanan penukaran uang tersebut akan dibuka di Lapangan IRTI Monas," kata Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan, Kamis (26/5/2014). Penukaran uang tunai akan dilayani mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB.

Adapun penukaran untuk wilayah Bandung dapat dilakukan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung. Untuk Medan, layanan dibuka di Lapangan Merdeka. Sementara itu, di Makassar, layanan serupa dibuka di Lapangan Karebosi.

Layanan penukaran uang juga diperluas, baik berupa peningkatan frekuensi kas keliling dan di pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti pasar, terminal, rest area jalan tol, stasiun kereta api, maupun di pos pemberangkatan mudik.

"Dalam rangka meratakan penyebaran uang yang beredar di masyarakat, Bank Indonesia memberikan layanan penukaran dengan sistem paket yang merupakan kombinasi beberapa pecahan sehingga mempercepat layanan," papar Lambok. "(Dengan paket ini) juga tidak dimungkinkan untuk menukarkan uang satu pecahan secara berlebihan."

Menurut Lambok, sistem paket tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari peredaran uang palsu dan jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar. BI mengimbau masyarakat melakukan penukaran di tempat resmi yang disediakan BI, perbankan, maupun pihak lain yang mendapatkan otorisasi.

BI, kata Lambok, telah bekerja sama dengan 13 bank umum untuk layanan penukaran uang ini. Ke-13 bank itu adalah BNI, BJB, BTN, BCA, BRI, BII, Bank Muamaalat, Bank Mandiri, Bank DKI, CIMB Niaga, Permata, Bank Mega, dan BNI Syariah.

"Kami juga melakukan kerja sama dengan Perum Pegadaian untuk menyediakan outlet layanan penukaran uang di 50 titik lokasi. Pegadaian kami pilih karena dekat dengan masyarakat, banyak loketnya, banyak sumber daya, dan juga karena mereka bersedia," imbuh Lambok

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X