Bermodal Uang Jajan, Kini Suami Istri Ini Beromzet Rp 1 Miliar

Kompas.com - 27/06/2014, 09:55 WIB
EditorErlangga Djumena

Dia pun fokus pada desain dan produksi. Urusan manajemen pun dikesampingkan. Bahkan Windy sempat bekerja di salah satu bank pada 2000 selama enam bulan.  

Perkembangan omzet yang tak diimbangi dengan tata kelola yang baik itu membuat Flashy justru merugi. “Selama masih ada duit yang saya pegang, itu yang saya gunakan untuk produksi, karena saya pikir omzet saya tinggi,” tuturnya. Maklum, Windy tak punya catatan tertulis di bidang finansial. 

Di sinilah peran Ade muncul dan membuat perubahan besar-besaran di bisnis Flashy. Sejoli ini menikah pada 2002. Ketika turun tangan, Ade baru menyadari betapa buruknya manajemen bisnis Flashy. “Waktu saya in charge, saya baru tahu tidak ada perhitungan yang jelas mengenai omzet maupun biaya produksi,” tambah dia. 

Sebelumnya Windy merasa mendapat omzet tinggi padahal kenyataannya itu tidak bisa menutupi biaya operasional yang juga tinggi. Mereka pun baru sadar kalau selama beberapa tahun Flashy tak untung. 

Karena itu, periode 2005 hingga 2007 jadi titik balik bagi Flashy. Selama tiga tahun itu, Ade berkonsentrasi memperbaiki manajemen. Ade mengibaratkan Flashy harus rela turun peringkat dari angka 7 menuju angka 3. Produksi sempat diturunkan hingga 50 persen. Bahkan, Ade memangkas jumlah karyawan, terutama bagian produksi, karena kurang efektif. Dari 20 orang penjahit, Ade hanya mempertahankan 10 orang. 

Ade bahkan mengunjungi toko-toko yang memasarkan produk Flashy secara konsinyasi. “Dari kunjungan itu saya baru tahu bahwa produk yang tidak laku tetap diproduksi dan dikirimkan ke toko-toko tersebut,” kata pria kelahiran Bandung, 4 Juli 1977 ini. 

Ade pun menghentikan kerjasama konsinyasi dengan beberapa toko. Jika sebelumnya Flashy memiliki sekitar 20 titik konsinyasi, Ade kurangi hingga hanya dua titik di Jakarta.

Baru pada 2008, Ade merasa sistem manajemen Flashy cukup baik meski masih terus ditingkatkan. Setidaknya, urusan finansial yang sebelumnya terbengkalai bisa ditangani olehnya. Sementara itu, Windy masih fokus mendesain produk Flashy dibantu oleh dua desainer. 

Mereka pun kembali berekspansi dengan membuka gerai-gerai baru. Setelah dua tokonya di Bandung, Flashy juga membuka gerai di Surabaya. Pada 2013, Flashy menambah gerai baru di Denpasar, Bali. 

Jadi, hingga sekarang, Flashy punya empat toko milik sendiri. Selain itu, Flashy juga punya space khusus di distro Yogyakarta dan Malang. Tak hanya pasar lokal, kini Flashy juga merambah pasar fashion Malaysia.  

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa Agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Ini Cara Mengelola Pengeluaran untuk Mahasiswa Agar Uang Bulanan Tidak Cepat Habis

Spend Smart
[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

[POPULER MONEY] Harga Terbaru Pertalite | Segini Harga Pertalite Jika Tak Disubsidi Pemerintah

Whats New
Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar 'Cloud Computing' di RI

Perusahaan Konsultan IT Asal AS Bidik Pasar "Cloud Computing" di RI

Whats New
Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 'Drop Point' PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Dekati UMKM, PT Pos Buka 7.700 "Drop Point" PosAja di 500 Kabupaten dan Kota

Whats New
Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Mengapa Adopsi Komputasi Awan Penting untuk Transformasi Digital Perusahaan di Indonesia?

Whats New
Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Pemerintah Dinilai Perlu Tolak Intervensi Asing soal Kebijakan Industri Rokok

Rilis
Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Genjot Produksi Jagung, Kementan Gandeng Bayer Indonesia

Whats New
Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Pertamina Kembangkan Teknologi Diesel Biohidrokarbon dan Bioavtur

Whats New
HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

HUT Ke-77 RI, Menkominfo Sebut Digitalisasi Kunci Pemulihan Ekonomi

Whats New
Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Menhub: Gunakan Tema Besar HUT Ke-77 RI agar Sektor Transportasi Pulih Lebih Cepat

Whats New
Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking Mandiri lewat HP dengan Mudah

Whats New
Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Saat Para Penumpang Pesawat Sikap Sempurna dan Hormat Bendera...

Whats New
Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Simak Promo dan Diskon HUT Ke-77 RI di Taman Safari, Dufan hingga Trans Snow World

Whats New
HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

HUT Ke-77 RI, Sandiaga Uno Ajak Pelaku Pariwisata Bangkit

Whats New
Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Kemendagri: Banyak Kasat Pol PP yang Belum Punya Sertifikat PPNS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.