Bermodal Uang Jajan, Kini Suami Istri Ini Beromzet Rp 1 Miliar

Kompas.com - 27/06/2014, 09:55 WIB
EditorErlangga Djumena

Omzet Flashy pun kian membumbung. Rentangnya dalam sebulan sekitar Rp 500 juta–Rp 1 miliar saban bulan. Adapun produksi distro ini mencapai 7.000 pieces dalam sebulan. Sekitar 80 persenpemasukan berasal dari penjualan retail. Sisanya didapat dari penjualan secara konsinyasi, pembelian putus, dan online store.     

Flashy Shop baru saja merayakan hari jadi ke-16 pada 7 April lalu. Meski sudah belasan tahun malang melintang di bisnis distro, bukan berarti Ade Andriansyah dan Windy Wulandary, pemilik Flashy Shop, tak lagi menjumpai tantangan dalam berbisnis.

Tantangan yang kini dihadapi pasangan tersebut adalah menciptakan produk yang terus-menerus up to date dan digemari oleh konsumen. Lantaran target pasarnya kebanyakan anak muda, mereka juga harus pintar-pintar menciptakan produk dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga.

Kompetisi yang kian ketat dengan clothing dan distro lain, juga terus mendorong Ade untuk melihat berbagai peluang. Rencananya Flashy akan membuka toko di negeri Jiran. “Distribusi produk kami sudah cukup luas, makanya kami berharap tahun depan bisa buka toko di Malaysia,” ucap Ade.

Selain itu, Ade juga merambah bisnis mesin border komputer sejak 2005. Lini bisnis ini cukup membantu Ade dan Windy dalam menentukan desain produk. Di masa mendatang, mereka berkeinginan menambah jumlah mesin tersebut. “Mesin ini juga dipakai distro lain,” tambah Ade.

Selain itu, Ade dan Windy pun bakal menambah toko offline tahun ini. Setiap tahun mereka menargetkan pembukaan dua gerai baru. Untuk tahun ini, ada tiga kota yang menjadi sasaran Flashy Shop, yakni Makassar, Lombok, dan Jakarta. Terakhir, untuk melengkapi produk Flashy, tahun ini juga mereka akan menambah produk baru yakni sepatu.

Bagi orang-orang yang ingin menggeluti bisnis serupa, Ade punya beberapa tip. Keyakinan dan totalitas dalam berbisnis jadi kunci utama. Dua faktor ini penting karena bisnis tidak selalu mulus.

Jadi, jika di tengah jalan timbul masalah, pelaku usaha tak lantas menyerah. Tak lupa ia menyarankan agar membuat sistem manajemen yang baik. “Manajemen tidak harus langsung sempurna tapi harus terus diperbaiki agar bisa menilai bisnis sudah sampai ke level mana,” ucap dia. (Marantina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.